Wagub PBD, Tekankan Pentingnya Perlindungan Perempuan dan Anak sejak usia Dini
- 18 Mei 2026 09:33 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya, bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) mengelar Sosialisasi dan Edukasi perlindungan perempuan dan anak, di SMAN 3 Kota Sorong, Senin 18 Mei 2026.
Kegiatan Sosialisasi ini digelar Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat Daya, bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA), Dengan menyasar usia mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Badan Kerja Sama Wanita (BKOW) Provinsi Papua Barat Daya yang aktif menginisiasi kegiatan sosialisasi, edukasi, dan perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan pendidikan.
“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai tindak kejahatan, kekerasan seksual, pelecehan seksual, diskriminasi, dan tindakan lainnya. Karena itu Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh BKOW,” ujarnya.
Menurut Ahmad Nausrau, perempuan memiliki peran penting dalam mendidik generasi muda Papua menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Oleh sebab itu, perempuan harus mendapatkan rasa aman dan perlindungan yang layak. “Kalau perempuan mendapatkan tindak kejahatan dan tidak merasa aman, bagaimana mereka bisa mendidik generasi muda kita dengan baik,” katanya.
Dirinya menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset masa depan bangsa dan Papua Barat Daya. Karena itu, perlindungan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama.
“Kalau anak-anak mengalami kekerasan dan tidak mendapatkan perlindungan yang layak, maka bagaimana kita mengharapkan Papua Barat Daya menjadi provinsi yang maju dan berkembang,” tambahnya.

Ahmad Nausrau, berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat, khususnya perempuan dan anak, memiliki keberanian untuk speak up terhadap berbagai tindakan kekerasan yang mereka alami.
“Baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat, mereka harus berani melapor agar mata rantai kejahatan bisa diputus dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.
Sementara itu kepala Sekolah SMAN 3 Kota Sorong, Natali Lapik, mengapresiasi kegiatan ini yang sejalan dengan program pencegahan perundungan yang saat ini tengah digalakkan di lingkungan pendidikan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih bahwa kegiatan Sosialisasi yang dilaksanakan di sekolah. Ini sangat berkaitan dengan upaya anti-perundungan yang sekarang sedang giat-giatnya digalakkan,” ujarnya.
Natali menilai kegiatan tersebut mampu memberikan edukasi dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Selain itu, pihak sekolah juga telah membentuk tim pengendalian kekerasan yang bertugas mengawasi aktivitas siswa setiap hari.
“Fungsi mereka sejauh ini mengawasi kegiatan anak-anak setiap hari dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....