Papua Punya Kekayaan Laut Melimpah, RJK Dorong KNMP Segera Dibangun

  • 17 Mei 2026 19:24 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Anggota Komisi IV DPR RI asal Papua Barat Daya Robert J. Kardinal (RJK) mendorong pemerintah segera membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah wilayah strategis Papua yang dinilai memiliki potensi sumber daya perikanan sangat besar.

Menurut Robert, Papua memiliki kekayaan laut melimpah mulai dari tuna, cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Ia menyebut tiga kawasan yang dinilai layak menjadi prioritas pembangunan KNMP yakni Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat, Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama, serta perairan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.

“Tiga titik di Papua ini harus menjadi prioritas Kampung Nelayan Merah Putih karena potensi ikannya sangat besar dan bisa menjadi motor kebangkitan industri perikanan di kawasan timur Indonesia,” kata Robert saat dikonfirmasi, Minggu, 17 Mei 2026.

Robert menjelaskan ketiga kawasan tersebut dikenal sebagai sentra tuna sirip kuning atau yellowfin tuna yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain menjadi kawasan produksi ikan, wilayah tersebut juga merupakan gugusan pulau terluar di utara Papua yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara. “Ketiga kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda sebagai sentra produksi sekaligus kawasan pertahanan terluar negara berbasis masyarakat nelayan,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan pembangunan KNMP di Papua tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi dan hilirisasi sektor perikanan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau terluar. Ia bahkan mencontohkan Pulau Mapia di Kabupaten Supiori yang secara geografis lebih dekat ke negara Palau dibanding ke Biak Numfor.

“Misalnya Pulau Mapia itu ke Palau cuma sekitar 68 mil, sementara ke Biak lebih jauh mencapai 180 mil. Jadi mestinya kampung nelayan merah putih dibuat di situ supaya Merah Putih berkibar di situ,” tegasnya.

Robert juga mengingatkan Papua pernah mengalami masa kejayaan industri perikanan melalui perusahaan seperti PT Biak Mina Jaya, PT Usaha Mina di Sorong, hingga PT West Irian Fisheries (WIF).

Menurutnya, perusahaan-perusahaan tersebut pernah menjadikan Papua sebagai salah satu pusat industri perikanan terbesar di Indonesia timur dengan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan mengekspor hasil laut hingga ke Jepang.

“Papua pernah punya industri perikanan besar lewat Jayanti, Usaha Mina, dan WIF. Itu bukti bahwa kalau dikelola serius, Papua bisa menjadi kekuatan besar industri perikanan nasional,” katanya.

Robert menambahkan saat ini belum ada satu pun lokasi KNMP yang dibangun di Papua dari total 65 lokasi yang telah berjalan di berbagai daerah Indonesia. Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap Papua dalam pengembangan program KNMP yang ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 lokasi pada 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....