Pengrajin Ekonomi Kreatif di Teminabuan Butuh Dukungan Dari Pemerintah Daerah

  • 10 Mei 2026 11:14 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Upaya menghidupkan ekonomi keluarga bisa dilakukan dengan banyak cara dan tentunya dengan ide – ide yang positif. Salah satunya melalui ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi alam bahkan barang – barang bekas sudah bisa menciptakan hasil kerajian yang punya nilai ekonomi untuk dijual.

Mama Aru, salah seorang pengrajin noken atau tas khas Papua dan topi atau mahkota Papua di Teminabuan mengungkapkan ada banyak barang kerajinan yang ia buat, diantaranya ada tas noken dengan berbagai bentuk dan ukuran, mahkota Papua, tusuk konde khas papua, kotak tisu yang terbuat dari kulit kerang serta aksesoris bros.

“Di pondok jualan ini kami hanya memamerkan atau menjual tas noken, dan mahkota papua saja karena cepat manghasilkan uang. Kalau tusuk konde dan kotak tisu juga aksesoris bros biasanya kami simpan dirumah dan dipakai hanya saat ada kebutuhan pameran dengan Pemerintah daerah, acara gereja, atau jika diperlukan dalam suatu acara adat pesta perkawinan, dan ini bisa dijual belikan atau untuk disewa”, ujarnya.

Dari hasil jualan aksesoris seperti tas noken dan mahkota mama aru bisa memperoleh hasil sekitar 500 ribu rupiah setiap minggu. Harga dari tas noken dan mahkota juga bervariasi, untuk mahkota ada dua jenis, mahkota dengan ukuran kecil biasa dijual dengan harga 250 ribu rupiah, mahkota dengan ukuran besar di hargai 200 ribu rupiah. Harga mahkota disesuaikan dengan bahan dasar. Mahkota ukuran ecil lebih mahal karena terbuat dari bulu burung kasuari kemudian di padukan dengan kulit kerang, untuk mahkota besar dibuat dari bulu ayam yang terdapat pada kemoceng yang biasa di beli di pasar.

Untuk tas noken sendiri terdiri dari dua jenis bahan, ada yang di anyam dari benang woll ada juga yang di anyam dari kulit kayu, harganya pun bervariasi tergantung motiv serta tingkat kesulitan dalam proses pembuatan dan juga tentunya dari bahan dasar yang digunakan.

Mama Aru juga berharap agar dapat perhatian dari Pemerintah daerah untuk membantu modal usaha.

“Tolong pemerintah bisa dukung kami dalam bentuk modal, untuk bisa menghasilkan lebih banyak lagi kerajinan dan aksesoris khas Papua, bisa membuat tidak ada menjadi ada, dan kami juga ingin berkembang sama seperti lainnya", pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....