Dinas Kehutanan Papua Barat Daya Targetkan Penanaman 36 Ribu Bibit Mangrove
- 01 Mei 2026 12:19 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menargetkan penanaman sebanyak 36 ribu bibit mangrove di kawasan Kampung Maibo, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, sebagai bagian dari aksi mitigasi perubahan iklim.
“Kami bersyukur hari ini, 1 Mei 2026, kita merencanakan aksi mitigasi perubahan iklim dengan aksi nyata yaitu menanam,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial, Julian Sarteis Sagrim.
Julian menjelaskan, program rehabilitasi mangrove itu akan dilakukan di lahan seluas 20 hektare dengan target penyelesaian penanaman dalam waktu satu hingga dua bulan. “Rencana kita di lokasi Maibo ini kita menanam di lahan 20 hektare dengan jumlah bibit 36 ribu. Kami merencanakan dalam satu bulan sampai dua bulan penanaman sudah selesai,” katanya.
Menurutnya, langkah rehabilitasi mangrove penting dilakukan karena kondisi bumi saat ini semakin terdampak perubahan iklim, Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung target nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui kontribusi daerah terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC). “Kenapa kita harus menanam, Karena bumi kita ini tidak lagi panas, tetapi sudah mendidih,” ujarnya.
Papua Barat Daya, memiliki target kontribusi penurunan emisi sebesar 3,7 hingga 4 persen melalui berbagai program pelestarian lingkungan dan perlindungan kawasan hutan. “Melalui aksi nyata ini kita ingin menyampaikan kepada nasional dan internasional bahwa Papua Barat Daya berkomitmen berada di garis terdepan dalam menjaga kawasan hutan serta meningkatkan fungsinya untuk menjaga stok karbon dunia,” katanya.
Ia menyebutkan, kondisi tutupan mangrove di Tanah Papua saat ini masih tergolong sangat baik dengan tingkat kerapatan mencapai 99 persen. “Jadi tinggal sekitar 1 persen saja yang perlu kita perbaiki melalui kegiatan penanaman kembali,” ujarnya.
Julian menambahkan, selain penanaman, pemerintah juga berencana melakukan kampanye pelestarian lingkungan kepada masyarakat agar kawasan mangrove tetap terjaga. “Kegiatan ke depan bukan hanya menanam, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....