Rumah Maggot Terbesar di Tanah Papua Hadir di Aimas, Jadi Solusi Sampah Organik
- 30 Apr 2026 12:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya meresmikan rumah maggot terbesar di Tanah Papua yang berlokasi di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong pada Kamis, 30 April 2026. Fasilitas ini digadang-gadang menjadi percontohan pengolahan sampah organik sekaligus solusi konkret atas persoalan sampah di daerah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menegaskan bahwa pembangunan rumah maggot ini merupakan langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah organik yang selama ini belum tertangani secara optimal.
“Ini rumah maggot terbesar di Tanah Papua untuk sementara. Kita ingin menjadi contoh dalam pengelolaan sampah organik,” ujarnya saat peresmian.
Rumah maggot yang dibangun memiliki ukuran sekitar 15 x 9 meter dengan kapasitas pengolahan sampah organik mencapai 400 hingga 500 kilogram per hari. Dari proses tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 50 kilogram maggot per hari.
Menurut Julian, maggot menjadi solusi efektif karena mampu mengurai sampah organik dengan cepat, bahkan dalam waktu singkat tergantung volume sampah. Selain itu, hasil olahannya memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
“Maggot ini bisa mengurai sampah dapur dari rumah tangga, hotel, pasar, hingga rumah sakit. Hasilnya bisa jadi pupuk organik dan pakan ternak dengan kandungan protein tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan maggot tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan peternakan. Pupuk organik dari maggot dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil panen, sementara maggot dapat menjadi alternatif pakan ternak yang lebih murah.
Selain itu, pengolahan sampah organik melalui maggot juga berkontribusi dalam menekan emisi gas metana yang berpotensi memicu pemanasan global dan perubahan iklim.
Saat ini, pasokan sampah organik masih dikumpulkan dari lingkungan sekitar dengan radius terbatas. Namun ke depan, pengelola membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pengolahan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga berencana mengembangkan rumah maggot serupa di wilayah lain sebagai bagian dari strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
“Kita akan dorong ini di seluruh wilayah Papua Barat Daya, terutama di daerah yang punya persoalan sampah tinggi,” kata Julian.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan sampah akan menjadi program prioritas dalam perencanaan pembangunan ke depan, termasuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027.
Dengan hadirnya rumah maggot terbesar ini, Papua Barat Daya diharapkan tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah organik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....