Elisa Kambu Optimistis Papua Barat Daya Bangkit, Akses Infrastruktur Jadi Kunci
- 27 Apr 2026 08:24 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Usai memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Apel Kantor Gubernur, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan sejumlah pandangan strategis terkait tantangan dan harapan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.
Elisa Kambu menegaskan bahwa otonomi daerah memberikan kewenangan besar bagi daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Namun demikian, ia menilai bahwa wilayah Papua masih membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah pusat.
“Kewenangan itu sudah diberikan, tetapi khusus Papua, kita masih membutuhkan dukungan pusat. Karena kita mulai membangun tidak dalam waktu yang sama dengan daerah lain,” ujarnya saat di wawancarai usai upacara OTDA, 27 April 2026.
Elisa Kambu menjelaskan bahwa secara historis, pembangunan di Papua memiliki jeda waktu dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Papua baru resmi bergabung ke dalam NKRI pada tahun 1969, sehingga proses pembangunan infrastruktur dan sumber daya masih terus dikejar hingga saat ini.
Menurutnya, kondisi geografis dan demografis juga menjadi tantangan tersendiri. Jumlah penduduk yang relatif sedikit dengan persebaran tidak merata membuat pembangunan, terutama di wilayah pedalaman, membutuhkan biaya besar.
“Penduduk sedikit tapi tersebar. Untuk menjangkau satu wilayah pedalaman, investasinya sangat mahal. Tapi negara harus tetap hadir,” tegasnya.
Elisa Kambu juga menyoroti pentingnya penguatan otonomi daerah ke depan, terutama dalam membuka akses infrastruktur yang lebih luas. Ia optimistis bahwa dengan terbukanya konektivitas, Papua akan mampu mengejar ketertinggalan.
“Kalau akses sudah terbuka, kita yakin Papua bisa bangkit. Apalagi Papua Barat Daya ini masih provinsi baru, baru berjalan sekitar tiga tahun, jadi harus cepat menyesuaikan,” katanya.
Mantan Bupati Asmat ini mengajak media untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang berimbang dan edukatif kepada masyarakat, agar berbagai program pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.
Sejumlah program yang disorot antara lain layanan kesehatan gratis, pendidikan gratis, program makan bergizi, pembiayaan UMKM, hingga pembangunan rumah subsidi.
“Potensi ini sangat terbuka. Kita jangan berkecil hati, harus tetap optimis. Kita pasti bisa sampai di titik itu, dengan kerja keras,” ujarnya.
Terkait dinamika hubungan pusat dan daerah, Elisa Kambu mengakui masih adanya tantangan berupa tumpang tindih kebijakan. Namun ia menekankan bahwa hal tersebut erat kaitannya dengan keterbatasan fiskal daerah.
“Semua kembali ke fiskal. Kalau daerah punya kekuatan investasi yang cukup, tentu akan lebih leluasa dalam membangun,” jelasnya.
Dirinya berharap ke depan akan semakin banyak peluang investasi yang masuk ke Papua Barat Daya guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau investasi masuk, kita bisa bergerak lebih cepat membangun daerah ini bersama-sama,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....