Polda Papua Barat Daya Apresiasi Kejurprov Orado Perdana
- 23 Apr 2026 12:52 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID,Sorong- Suksesnya pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Orado Papua Barat Daya perdana, mendapat apresiasi dari Polda Papua Barat Daya, dimana ajang ini memperebutkan Piala Kapolda, ini tidak hanya menghadirkan persaingan di kategori umum, tetapi juga menjadi panggung pembinaan bagi atlet junior yang tumbuh dari lingkungan sederhana yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai komunitas, berlangsung sejak 21–22 April 2026, bertempat di Cafe Drykinder Kota Sorong Papua Barat Daya.,
Pada kesempatan itu Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa mengatakan bahwa kejuaraan ini sebagai langkah positif dalam membangun ekosistem olahraga domino yang lebih terarah dan berjenjang.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan ini, karena selain sukses dari sisi penyelenggaraan, kejuaraan ini juga membuka ruang bagi atlet-atlet muda untuk tampil dan berkembang, selain itu kegiatan ini juga dapat mempererat kebersamaan serta mendorong generasi muda untuk menyalurkan bakat mereka ke arah yang positif,”katanya, Kamis 22 April 2026.
Untuk itu Semmy juga menekankan bahwa ke depan, pembinaan atlet, khususnya junior, perlu terus diperkuat agar mereka tidak hanya mengandalkan pengalaman bermain di acara sosial, tetapi juga mendapatkan pelatihan, pembinaan mental, serta pemahaman aturan yang lebih baik.
“Dengan keberhasilan ini, diharapkan Orado Papua Barat Daya konsisten menggelar kejuaraan serupa serta memperluas pembinaan hingga ke akar rumput. Harapannya, atlet-atlet yang dulunya hanya bermain di acara-acara masyarakat kini bisa tampil sebagai juara di tingkat provinsi hingga nasional,”tutupnya.
Pada pertandingan tersebut, salah satu pasangan yang mencuri perhatian adalah Mudatsir Ramadhan-Andi Pratama Irwan, berhasil keluar sebagai juara kategori junior, memainkan permainan yang tenang, penuh perhitungan, dan percaya diri, keduanya mampu mengungguli lawan-lawannya, meski berangkat dari pengalaman bermain di lingkungan non-formal.
Menariknya, pada kategori junior, banyak atlet yang selama ini mengasah kemampuan secara informal, bahkan terbiasa bermain hingga larut malam di acara-acara masyarakat seperti pesta pernikahan. Dari ruang-ruang sederhana itulah, bakat mereka terasah sebelum akhirnya tampil di panggung kompetisi resmi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa potensi atlet domino di Papua Barat Daya sangat besar dan tersebar di tengah masyarakat. Kejurprov Orado menjadi jembatan penting untuk mengangkat bakat-bakat tersebut ke level yang lebih profesional dan terstruktur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....