Dampak Tumpahan CPO di Tambrauw, Nelayan Mulai Terdampak

  • 08 Apr 2026 17:17 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya mengungkapkan bahwa pencemaran akibat insiden kapal MT Nikko di perairan Kabupaten Tambrauw mulai dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Kepala DLH Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan laporan dari daerah menunjukkan adanya penurunan hasil tangkapan ikan serta gangguan terhadap ekosistem laut.

“Kami menerima laporan bahwa hasil tangkapan nelayan menurun, aktivitas biota laut berkurang, dan terdapat endapan minyak di sepanjang pesisir,” kata Julian saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Jumat (3 April 2026).

Ia menilai kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan teknis, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap masyarakat terdampak.

“Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut mata pencaharian masyarakat pesisir. Karena itu penanganannya harus menyeluruh,” ujarnya.

DLH bersama instansi terkait akan segera melakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....