Gubernur Elisa Kambu Ajak Umat Rayakan Paskah Bersama di Reklamasi Sorong

  • 01 Apr 2026 21:35 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak seluruh umat Kristiani di Papua Barat Daya untuk memaknai perayaan Paskah 2026 sebagai momentum iman yang mendorong perubahan hidup, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Elisa Kambu saat dialog interaktif di RRI Sorong, Selasa 31 Maret 2026 dalam rangka menyambut perayaan Paskah yang akan digelar secara bersama oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat akan pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus yang membawa keselamatan bagi umat manusia.

“Paskah ini mengingatkan kita bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mati, tetapi bangkit. Dari kebangkitan itulah kabar sukacita keselamatan sampai kepada kita, termasuk di tanah Papua,” ujar Elisa Kambu.

Ia menyampaikan, momentum Paskah harus menjadi refleksi bagi umat Kristiani untuk memperkuat iman sekaligus memperbaharui diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai umat yang telah diselamatkan, kita harus mengambil bagian dalam perayaan ini sebagai bentuk syukur, sekaligus memperbaiki diri dan menjadi berkat bagi sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Elisa Kambu yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Paskah 2026 Papua Barat Daya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kota Sorong, untuk ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Paskah bersama yang akan dipusatkan di kawasan reklamasi pada Minggu 5 April 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan akan diawali dengan pawai obor yang melibatkan ribuan umat dari berbagai denominasi gereja, dengan titik kumpul dari beberapa wilayah di Kota Sorong.

“Semua umat, dari Kilometer 16 sampai Saoka, kita harapkan ikut ambil bagian. Kita akan berjalan bersama menuju reklamasi dan melaksanakan ibadah subuh sebagai bentuk syukur kita,” jelasnya.

Menurutnya, ibadah Paskah bersama dijadwalkan berlangsung pada 5 April 2026, dimulai sejak pukul 03.00 WIT dengan pawai, dan dilanjutkan ibadah pada pukul 05.00 WIT hingga selesai.

Gubernur juga menekankan bahwa perayaan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada tahun ini, tetapi menjadi tradisi iman di Papua Barat Daya.

“Kita ingin ini menjadi gerakan bersama. Ke depan kita rencanakan lebih baik lagi, termasuk kegiatan rohani lainnya seperti kebaktian kebangunan rohani hingga peringatan pencurahan Roh Kudus,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya nilai pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana teladan Yesus Kristus.

“Kalau kita mau menjadi berkat bagi orang lain, maka kita harus rela berkorban, baik waktu, tenaga maupun materi, untuk kebaikan banyak orang,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Gubernur juga merespons berbagai masukan masyarakat yang menginginkan adanya peningkatan kegiatan rohani serta menjaga kedamaian di tengah kehidupan sosial.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, TNI/Polri, tokoh agama, dan masyarakat umum untuk bersatu, memperkuat doa, serta menjaga kebersamaan.

“Kalau kita hidup rukun dan damai, maka Tuhan akan memerintahkan berkat. Itu yang harus kita wujudkan bersama di Papua Barat Daya,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Elisa Kambu kembali mengajak seluruh umat Kristiani untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan Paskah bersama sebagai wujud iman dan rasa syukur kepada Tuhan.

“Tidak ada kata terlambat. Mari kita datang kepada Tuhan, ambil bagian dalam perayaan ini, dan jadikan hidup kita sebagai berkat bagi sesama,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....