Dari Sampah Jadi Cuan, Kepala DLH Papua Barat Daya Kenalkan Budidaya Maggot
- 24 Mar 2026 14:14 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Papua Barat Daya terus mendorong inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemanfaatan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan budidaya maggot menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “Penggunaan maggot dapat mengurai sampah organik rumah tangga seperti sisa sayur, nasi, ikan, hingga buah-buahan. Prosesnya cepat, tidak menimbulkan bau, dan mampu mengurangi keberadaan lalat rumah,” ujarnya kepada RRI, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari sisi lingkungan, pengolahan sampah menggunakan maggot dapat menekan produksi gas metana yang merupakan salah satu penyumbang gas rumah kaca. “Gas rumah kaca menjadi pemicu pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim. Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor, kekeringan hingga gagal panen,” jelasnya.
Selain berdampak pada lingkungan, budidaya maggot juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif yang kaya protein untuk berbagai jenis ternak.
“Maggot bisa menjadi sumber pakan bagi ikan, ayam, bebek, itik, dan unggas lainnya. Sementara itu, sisa kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang baik untuk pertanian maupun tanaman di pekarangan rumah,” tambahnya.
Menurutnya, hasil uji coba di masyarakat menunjukkan penggunaan maggot mampu meningkatkan pertumbuhan ternak secara signifikan dibandingkan pakan konvensional.
DLH Papua Barat Daya berharap, inovasi ini dapat diterapkan secara luas di tingkat rumah tangga dengan melibatkan kelompok masyarakat seperti PKK dan Dharma Wanita. “Melalui pengelolaan sampah yang baik, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi. Dari sampah bisa menjadi cuan,” tutupnya.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari proyek perubahan yang diinisiasi untuk mendorong pemanfaatan sampah secara optimal. “Proyek perubahan ini mengarah pada pengolahan sampah organik menjadi sumber makanan dengan protein tinggi untuk ikan, ayam, bebek, dan unggas lainnya. Selain itu, kotoran maggot dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik terbaik bagi tanaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran pemimpin sangat penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. “Tugas pemimpin adalah bicara solusi, bukan bicara masalah,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....