Disdikbud Tambrauw Siapkan Strategi Sekolah di Zona Konflik

  • 24 Mar 2026 09:17 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Tambrauw – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tambrauw mulai menyusun strategi khusus agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di wilayah terdampak konflik atau zona merah.

Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan kepala bidang, pengawas, hingga kepala sekolah dari distrik terdampak.

Plt Kepala Disdikbud Tambrauw, Karel Nauw, mengatakan rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi agar pendidikan tidak terhenti.

“Kami merumuskan strategi agar proses belajar mengajar di daerah konflik tetap bisa berjalan,” ujarnya, Senin 23 Maret 2026.

Tercatat sekitar 16 sekolah dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK berada di wilayah zona merah, seperti Distrik Subun, Fef, Bamusbama, Bamuswaiman, Baun, Yembun, hingga Selewok.

Karel menjelaskan faktor keamanan menjadi perhatian utama sebelum sekolah kembali dibuka

“Guru meminta jaminan keamanan. Kami berharap ada dukungan dari masyarakat, pemerintah kampung, dan aparat,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, Disdikbud menerapkan sistem pembelajaran luar jaringan (luring). Dalam skema ini, siswa tetap belajar melalui tugas yang diberikan guru secara berkala tanpa tatap muka.

Saat ini, seluruh sekolah di daerah terdampak masih diliburkan, bertepatan dengan masa libur Idul Fitri. Guru pun belum diizinkan kembali bertugas hingga setidaknya April 2026.

“Kami belum bisa izinkan guru kembali sebelum ada jaminan keamanan. Tapi proses belajar tetap berjalan lewat luring,” tegasnya.

Disdikbud Tambrauw menegaskan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan tenaga pendidik dan siswa.

Pemerintah juga berharap masyarakat ikut menjaga stabilitas agar aktivitas pendidikan bisa segera pulih.

“Pendidikan butuh dukungan semua pihak agar anak-anak tetap mendapatkan hak belajar,” tutup Karel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....