Campak Mudah Menular, IDAI Tekankan Pentingnya Imunisasi dan Pola Hidup Sehat
- 23 Mar 2026 13:17 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Penyakit campak kembali menjadi perhatian karena tingkat penularannya yang tinggi, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Papua Barat Daya, dr. Rianti Windesi menjelaskan bahwa campak disebabkan oleh virus yang menyebar melalui droplet atau percikan air liur saat batuk dan bersin.
“Penularannya sangat mudah, mirip seperti COVID-19, apalagi saat banyak orang berkumpul,” ujarnya saat dialog Sorong Menyapa Pro 1 RRI Sorong 17 Maret 2026.
Gejala awal campak biasanya menyerupai infeksi virus lain, seperti demam, lemas, nyeri sendi, dan anak menjadi rewel. Setelah 3–4 hari, muncul ruam merah yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
“Disertai juga batuk, pilek, dan mata merah, yang menjadi ciri khas campak,” jelasnya.
Kelompok paling berisiko adalah balita yang belum mendapatkan imunisasi, anak dengan gizi buruk, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah.
“Kalau sudah imunisasi, biasanya gejalanya lebih ringan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan paling efektif. Untuk mencegah wabah, cakupan imunisasi harus mencapai lebih dari 95 persen.
“Kalau di bawah itu, seperti bom waktu yang bisa memicu peningkatan kasus,” ujarnya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau menjaga pola hidup sehat, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari kerumunan.
“Pencegahan tidak hanya dengan obat, tapi dengan perilaku hidup sehat dan vaksinasi,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....