IDAI Papua Barat Perkuat Skrining Jantung Anak, Data Awal Masih Dikumpulkan

  • 23 Apr 2026 13:16 WIB
  •  Sorong

RRI.C0.ID, Sorong - Kegiatan pemeriksaan kesehatan jantung anak, pengabdian masyarakat Echocardiologi anak yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia di Sorong tidak hanya fokus pada layanan medis, tetapi juga pengumpulan data awal terkait kondisi jantung anak di wilayah Papua Barat.

Ketua Umum IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum tersedia data pasti mengenai prevalensi penyakit jantung bawaan pada anak di wilayah tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pemeriksaan massal menggunakan ekokardiografi menjadi langkah awal untuk mendapatkan gambaran kondisi yang lebih akurat.

“Justru karena kita belum punya angka pasti, kegiatan ini penting untuk melihat bagaimana kondisi riil anak-anak di Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ujarnya.

Pemeriksaan difokuskan pada kelompok anak yang sudah terdeteksi memiliki risiko tinggi, seperti anak dengan gizi buruk dan stunting, serta mereka yang dicurigai memiliki kelainan jantung.

Tim dokter spesialis dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI turut dilibatkan untuk melakukan evaluasi secara langsung.

Pemeriksaan USG Jantung Anak oleh Tim Dokter IDAI.

Sementara itu, Ketua ikatan dokter anak Indonesia PBD, dr Rianti Windesi, mengatakan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia Papua Barat menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas diagnostik di daerah menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini.

Selama ini, pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus dirujuk ke luar daerah dengan biaya tinggi dan kendala transportasi yang tidak mudah.

“Dengan adanya pemeriksaan di Sorong, kita bisa menekan biaya rujukan. Hanya pasien yang benar-benar membutuhkan tindakan lanjutan yang akan dirujuk,” jelasnya.

Ke depan, IDAI berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pelatihan dasar ekokardiografi yang telah diberikan kepada dokter anak diharapkan dapat meningkatkan kemampuan skrining di daerah.

Bahkan, ada rencana untuk menghadirkan tenaga ahli langsung ke Papua, sehingga pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, pemanfaatan teknologi telemedicine juga akan dikembangkan untuk mendukung konsultasi antara dokter di daerah dengan konsultan jantung anak di pusat.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem layanan kesehatan anak, sekaligus mempercepat deteksi dan penanganan penyakit jantung bawaan di Papua Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....