Dinkes PBD Fokus Imunisasi Rutin, Siapkan Langkah Lanjutan Hadapi Suspek Campak
- 17 Mar 2026 17:47 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Dinas Kesehatan Papua Barat Daya menegaskan fokus pada penguatan imunisasi rutin sebagai langkah utama menekan penyebaran suspek campak yang hingga minggu ke-10 tahun 2026 telah mencapai 31 kasus.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, dr. Jan Pieter Kambu, mengatakan bahwa upaya vaksinasi menjadi strategi paling efektif dalam mencegah peningkatan kasus lebih lanjut.
“Langkah-langkah yang kita lakukan adalah imunisasi kejar, promosi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya usai rapat koordinasi, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, saat ini stok vaksin campak-rubella (MR) di tingkat provinsi masih tersedia sekitar 720 vial. Namun jumlah tersebut hanya mencukupi untuk kebutuhan imunisasi rutin, sehingga belum memungkinkan untuk pelaksanaan imunisasi massal skala besar.
“Kalau nanti kita harus melakukan Outbreak Response Immunization atau catch-up, stok kita masih terbatas. Jadi saat ini kita fokus pada layanan rutin,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan vaksin, Dinas Kesehatan juga menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut sebagai bentuk kesiapsiagaan. Salah satunya adalah percepatan distribusi logistik imunisasi ke seluruh kabupaten dan kota.
“Kita berikan kewenangan kepada kepala bidang untuk mempercepat pelayanan, supaya tidak terhambat hanya karena menunggu disposisi,” tegasnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyusun microplanning sebagai antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus atau outbreak. Langkah ini mencakup kesiapan tenaga kesehatan, distribusi vaksin, hingga strategi pelaksanaan imunisasi di lapangan.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, terutama menjelang Idul Fitri yang berpotensi meningkatkan mobilitas penduduk.
“Promosi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk selama masa Idul Fitri mulai dari menjelang hingga pasca, akan kita tingkatkan,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Kesehatan Papua Barat Daya berharap penyebaran campak dapat ditekan sejak dini tanpa harus masuk ke situasi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....