Transaksi QRIS di Raja Ampat Capai Rp12,16 Miliar Sebulan

  • 17 Mar 2026 14:12 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Raja Ampat - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyambut baik tumbuhnya kesadaran dalam penggunaan teknologi digital dalam transaksi keuangan, khusunya di Distrik Kota Waisai. Dalam satu bulan saja, jumlah arus jual beli lewat aplikasi QRIS mencapai total 119.251 transaksi di wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Raja Ampat, Yohanes B. Rayahaan saat membuka kegiatan pasar takjil bersama Bank Indonesia di Pantai WTC. Mewakili Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam, Yohanes menyampaikan bahwa selama Januari 2026 di Kabupaten Raja Ampat sendiri, tercatat nominal transaksi QRIS mencapai total Rp12,16 miliar. Dari jumlah transaksi tersebut melibatkan pelaku usaha pengguna QRIS sebanyak 3.383 merchants.

Menurut Yohanes, Raja Ampat memiliki potensi pasar yang sangat besar dan masih terdapat banyak ruang untuk lebih meningkatkan adopsi transaksi digital serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dan amannya bertransaksi secara non-tunai. "Pemerintah daerah sangat mendukung upaya-upaya akselerasi penggunaan QRIS di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan," kata Yohanes di Pantai WTC, Jumat, 13 Maret 2026.

Yohanes menambahkan melalui kegiatan yang melibatka pelaku usaha, konsumen, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperluas adopsi transaksi digital yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata. Perlu disadari bahwa era teknologi informasi mendorong perkembangan digital yang sangat masif sehingga semua pihak dituntut untuk dapat mengintegrasikannya ke dalam kehidupan dengan cara yang lebih cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan.

"Adanya digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, dan pada akhirnya berdampak bagi peningkatan perekonomian daerah," katanya.

Ia menambahkan adanya perkembangan inovasi keuangan digital tentunya membawa dampak positif, seperti mempercepat arus transaksi, mendukung pencatatan keuangan yang lebih rapi bagi pelaku usaha, serta membuka peluang usaha baru yang lebih inklusif dan adaptif terhadap teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....