Pelatihan SDM OAP di Sorong, Perubahan Mindset Generasi Papua
- 14 Mar 2026 18:24 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID Sorong – Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) dan motivasi kerja bagi Orang Asli Papua (OAP) digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Sabtu 14 Maret 2026.
Kegiatan ini diprakarsai oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Paul Finsen Mayor, sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM masyarakat Papua.
Senator Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor mengatakan pelatihan ini bertujuan membentuk pola pikir yang lebih maju, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli Papua agar mampu bekerja lebih fokus dan memahami tugasnya dalam membangun daerah.
“Pelatihan SDM bagi ASN Orang Asli Papua dilakukan supaya mereka lebih tajam, lebih fokus, lebih giat dan rajin. Yang paling penting mereka memahami tugas pokok dan fungsi sebagai ASN orang asli Papua untuk membangun tanah dan negerinya,” ujar Paul.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran generasi muda Papua Barat Daya agar mampu berkembang dan bersaing di tengah perubahan zaman.
“Sudah saatnya pemuda-pemudi Papua Barat Daya bergerak maju. Mereka harus punya kesadaran untuk bangkit, berkembang, maju dan modern. Jangan selalu menyalahkan orang lain, pendatang, atau pemerintah pusat. Kesadaran itu harus muncul dari diri sendiri,” katanya.
Menurut Paul, generasi muda Papua perlu didorong untuk menempuh pendidikan, bekerja, serta membangun usaha agar memiliki semangat kompetisi.
“Mereka harus sekolah, kerja, membuat bisnis dan berani bersaing. Jiwa kompetisi harus digerakkan kembali. Mindset, karakter, dan sikap harus diarahkan supaya mereka bisa sukses di usia muda,” jelasnya.

Program pelatihan ini akan diperluas dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, laki-laki, kaum intelektual, mama-mama Papua, hingga bapak-bapak Papua.
“Nanti pelatihan akan kita bagi dalam beberapa kelompok, seperti perempuan asli Papua, laki-laki asli Papua, intelektual, mama-mama Papua, dan bapak-bapak Papua. Kita juga akan membagi berdasarkan kelompok usia supaya mereka tahu apa yang harus dilakukan ke depan untuk menjadi orang sukses di atas tanah dan negeri mereka sendiri,” ujarnya.
Ia berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut, masyarakat Papua dapat mengalami perubahan pola pikir yang lebih produktif dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Setelah pelatihan ini, mindset mereka akan lebih produktif, berpikir lebih maju dan ke depan. Mereka akan menjadi pribadi orang Papua yang siap menghadapi perubahan,” tutup Paul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....