Ketua RT Sesalkan Peran Ayah saat Kebakaran Tewaskan Tiga Anak di Kofkerbu Sorong

  • 11 Mar 2026 09:17 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Ketua RT 01 RW 05 Kelurahan Kofkerbu, Ruben Isir, menyesalkan tidak adanya peran ayah di rumah saat kebakaran yang menewaskan tiga anak di Jalan Layang Lorong 2 Gang Kunit, Kelurahan Kofkerbu, Kota Sorong, pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026.

Menurut Ruben, berdasarkan informasi yang diterima warga, kedua orang tua korban tidak berada di rumah saat peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIT. Kondisi tersebut membuat anak-anak berada di rumah tanpa pengawasan orang tua.

“Yang kami sesalkan sekali itu orang tua ayahnya ini kenapa tidak ada di rumah. Mama memang bekerja sebagai pedagang asongan di atas kapal untuk menghidupi keluarga, tetapi bapaknya juga tidak ada di rumah saat kejadian,” ujarnya saat ditemui di kamar jenazah Rumah Sakit Sele Be Solu, Rabu 11 Maret 2026.

Ruben kemudian menjelaskan, ibu korban diketahui sedang berada di kapal menuju Jayapura karena kesehariannya berdagang asongan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun menurutnya, seharusnya ayah korban dapat mengambil peran menjaga anak-anak di rumah pada malam hari.

“Kalau mamanya sudah bekerja di kapal, seharusnya bapaknya yang di rumah sebagai pengganti ibu seharusnya menjaga anak-anaknya, apalagi di malam hari ketika semua orang sedang beristirahat,” katanya.

Ruben menilai kehadiran orang tua di rumah sangat penting, terutama untuk mengantisipasi kejadian darurat seperti kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Dalam situasi seperti ini, orang tua punya peran penting untuk menyelamatkan keluarga, anak-anak, maupun harta benda. Tapi sekarang tiga nyawa sudah tidak ada,” ungkapnya.

Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga anak meninggal dunia, yakni Iren (14) yang merupakan siswi kelas 1 SMP, Pangeran (6) yang duduk di kelas 1 SD, serta Antoni yang masih berusia 1 tahun 11 bulan.

Sementara dua anak lainnya, yakni Imanuel (5) dan Dilan (4), dilaporkan berhasil selamat dari peristiwa kebakaran tersebut.

Ruben menuturkan, warga sempat berupaya melakukan pemadaman setelah mengetahui adanya kebakaran. Namun kondisi rumah yang berada di bagian belakang kawasan kaki gunung membuat proses evakuasi dan pemadaman menjadi sulit.

“Rumahnya berada jauh di belakang dan aksesnya cukup sulit. Warga yang naik ke lokasi untuk membantu juga kesulitan melakukan pemadaman,” jelasnya.

Ruben menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korsleting listrik.

Meski demikian, Ruben berharap peristiwa tragis ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan anak-anak di rumah, terutama pada malam hari.

“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua supaya orang tua selalu memastikan ada yang menjaga anak-anak di rumah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” katanya.

Saat ini jenazah para korban berada di kamar jenazah Rumah Sakit Sele Be Solu dan r encana pemakaman akan dilaksanakan setelah ibu korban tiba di Sorong dari Jayapura.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....