Ekspor Januari 2026 Turun 30,93 Persen
- 04 Mar 2026 06:49 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong–Nilai ekspor Provinsi Papua Barat Daya pada Januari 2026 tercatat sebesar US$1,72 juta atau mengalami penurunan 30,93 persen dibandingkan Desember 2025.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Daya, Merry, dalam rangkaian rilis statistik resmi BPS Papua Barat Daya tahun 2026. 2 Maret 2026.
“Nilai ekspor Papua Barat Daya pada Januari 2026 sebesar 1,72 juta dolar AS. Angka ini turun 30,93 persen dibandingkan bulan Desember 2025,”ujarnya.
Lanjut Merry, komoditas ikan dan udang (HS03) masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Papua Barat Daya, dengan nilai mencapai US$1,1 juta.
“Golongan barang ikan dan udang atau HS03 menjadi komoditas dengan nilai ekspor terbesar, yakni sebesar 1,1 juta dolar AS,” jelasnya.
Merry menjelaskan, dari sisi negara tujuan, Jepang menjadi pasar utama ekspor Papua Barat Daya pada Januari 2026 dengan nilai US$0,63 juta atau berkontribusi sebesar 36,63 persen terhadap total ekspor.
"Jepang merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai 0,63 juta dolar AS dan kontribusi 36,63 persen dari total ekspor Papua Barat Daya,”jelasnya.
Sementara itu kata Merry, untuk aktivitas impor Tiongkok tercatat sebagai satu-satunya negara asal impor Papua Barat Daya pada Januari 2026 dengan nilai sebesar US$0,57 juta atau mencakup 100 persen dari total impor.
“Pada Januari 2026, seluruh impor Papua Barat Daya berasal dari Tiongkok dengan nilai 0,57 juta dolar AS atau 100 persen dari total impor,” tambahnya.
Untuk itu di tegaskan jika data ekspor dan impor ini menjadi gambaran penting mengenai kinerja perdagangan luar negeri Papua Barat Daya di awal tahun 2026.
“Kami berharap informasi ini dapat menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan guna mendorong peningkatan kinerja ekspor daerah serta memperluas pasar tujuan ekspor,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....