Megah, Gedung Gereja Baru Jemaat GKI Elim Malanu Resmi Beroperasi
- 01 Mar 2026 21:38 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Jemaat GKI Elim Malanu resmi mulai menggunakan gedung gereja baru setelah dilaksanakan ibadah penthabisan dan peresmian pada Minggu 1 Maret 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan pelayanan jemaat di wilayah Malanu dan sekitarnya.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Gereja Kristen Injili di Tanah Papua atas keberhasilan membangun rumah ibadah yang representatif.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami mengucapkan selamat dan sukses untuk keluarga besar GKI di Tanah Papua. Gedung ini telah menambah aset yang luar biasa bagi gereja,” ujar Elisa Kambu.

Elisa mengingatkan jemaat agar gedung yang telah dibangun dengan penuh perjuangan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan ibadah dan pembinaan iman.
“Kita berharap setelah bersusah payah membangun, gedung ini digunakan dengan baik untuk beribadah, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Kalau ada persoalan hidup, datanglah ke rumah Tuhan ini,” katanya.
Menurut gubernur, setiap jemaat yang datang dengan hati tulus tidak akan pulang dengan sia-sia.
“Saya percaya tidak sia-sia saudara datang ke tempat ini. Tuhan pasti memberkati kita semua,” ucapnya.
Ketua Panitia Peresmian, Oktovianus Kalasuat, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama panitia dan dukungan jemaat.
“Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan. Kurang lebih satu bulan panitia bekerja mempersiapkan kegiatan ini, dan hari ini kita boleh menyaksikan peresmian gedung gereja yang baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan gedung baru tersebut memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menampung jemaat.
“Daya tampung diperkirakan hampir 500 sampai 1.000 orang, karena tersedia lantai pertama dan kedua,” jelasnya.
Terkait gedung gereja lama, pihaknya menyebut pemanfaatannya masih akan dibahas oleh pengurus jemaat.
“Untuk gedung gereja lama akan dibicarakan kemudian oleh PHMJ dan jajarannya, apakah akan dijadikan gedung serbaguna atau fungsi lainnya,” katanya.
Oktovianus menambahkan pembangunan gereja merupakan hasil kerja keras warga jemaat yang berlangsung cukup lama.
“Pembangunan gedung gereja baru ini diperkirakan kurang lebih 11 tahun. Mulai hari ini seluruh pelayanan resmi dialihkan ke gedung gereja baru,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan bahwa Jemaat GKI Elim Malanu kini semakin majemuk. Jika awalnya didominasi masyarakat suku Moi, kini jemaat terbuka untuk berbagai latar belakang.
“Sekarang jemaat sudah beragam, bisa untuk jemaat dari Batak, Moi, Ambon, dan lainnya. Gereja ini terbuka untuk semua golongan,” pungkas Oktovianus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....