Kadis Lingkungan Hidup PBD Sebut Komposter Petrogas Layak Jadi Percontohan

  • 25 Feb 2026 21:20 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu menilai program komposter yang dijalankan PT Petrogas (Basin) Ltd. berpotensi menjadi model pengelolaan sampah organik bagi perusahaan lain di wilayah Papua Barat Daya.

Julian Kelly Kambu mengatakan, fakta itu diperoleh saat pihaknya melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas perusahaan di wilayah Salawati, Kabupaten Sorong. Perusahaan telah mengolah sisa makanan, sayur, dan buah dari aktivitas dapur menjadi pupuk kompos melalui program komposter. Hasilnya kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya yang memiliki kebun sayur.

“Dari sisa makanan, sayur, dan buah itu diolah menjadi kompos. Hasilnya sangat memuaskan untuk dimanfaatkan masyarakat yang berkebun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan pupuk kompos tersebut terbukti meningkatkan kesuburan tanaman warga. Sayuran tumbuh lebih baik, bahkan sebagian hasil panen masyarakat kembali dipasok ke perusahaan sehingga tercipta siklus ekonomi yang saling menguntungkan.

Kelly menilai praktik tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah organik, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Bentuk pengelolaan sampah organik di KMT ini bisa menjadi salah satu rujukan bagi kami di tingkat provinsi untuk dikembangkan melalui kolaborasi dengan Petrogas,” katanya.

DLH Papua Barat Daya, lanjutnya, berencana mendorong replikasi program serupa, termasuk melalui edukasi kepada pelajar tingkat SMP dan SMA tentang pembuatan komposter dari limbah organik rumah tangga.

Menurut Kelly, potensi bahan baku kompos di wilayah Sorong cukup besar, baik dari rumah tangga, pasar, maupun pusat perbelanjaan seperti Ramayana dan sejumlah supermarket lainnya. “Kalau ini dikelola dengan baik, bisa menjadi nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban sampah,” ujarnya.

Selain komposter, DLH Papua Barat Daya juga mendorong pemanfaatan maggot sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah dari hulu. Program tersebut rencananya akan dikolaborasikan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bersama para pelaku usaha.

Kelly menegaskan, langkah pengurangan sampah perlu dilakukan secara sistematis karena produksi sampah di Kota dan Kabupaten Sorong terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. “Kami ingin pengurangan sampah dimulai dari sumbernya. Tidak semua sampah harus berakhir di TPA,” tegasnya.

DLH Papua Barat Daya juga memberikan apresiasi kepada manajemen Petrogas yang dinilai tidak hanya fokus pada aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas, tetapi juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan.

Menurut Kelly, jika dikembangkan dalam skala lebih besar, model komposter Petrogas berpotensi menjadi percontohan bagi berbagai sektor industri di Papua Barat Daya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....