Ketua Asosiasi Homestay PBD Apresiasi Kepedulian Pemprov

  • 21 Feb 2026 18:42 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Ketua Asosiasi Homestay Papua Barat Daya, Konstantinus Saleo, mengapresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap pelaku usaha homestay. Bantuan stimulan berupa barang dinilai sangat membantu peningkatan kualitas layanan akomodasi wisata.

Menurut Konstantinus, perhatian pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya menjadi bukti bahwa sektor homestay mendapat tempat penting dalam pengembangan pariwisata daerah. Ia menilai dukungan ini tepat sasaran karena menjawab kebutuhan riil pelaku usaha.

“Saya mewakili teman-teman pelaku homestay mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan fasilitas merupakan faktor kunci untuk menjaga kenyamanan wisatawan, khususnya di destinasi unggulan seperti Raja Ampat. Ketersediaan sarana yang memadai, kata dia, berpengaruh langsung terhadap citra daerah sebagai tujuan wisata kelas dunia.

Konstantinus mengungkapkan sebagian besar pengelola homestay masih mengandalkan mesin 40 PK maupun 15 PK untuk aktivitas wisata laut. Karena itu, bantuan peralatan transportasi, perlengkapan akomodasi, hingga perangkat elektronik sangat dibutuhkan.

“Dukungan untuk peralatan transportasi laut, perlengkapan penginapan, sampai dispenser sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan standar pelayanan,” katanya.

Ia menambahkan, para pelaku homestay kini mulai berbenah dari penggunaan peralatan manual menuju fasilitas yang lebih modern. Perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan.

“Dulu banyak yang masih menggunakan teko biasa. Sekarang sudah mulai beralih ke dispenser dan peralatan elektronik lain. Artinya kami sedang berupaya naik kelas,” tegasnya.

Lebih jauh, Konstantinus menilai peningkatan standar menjadi syarat penting jika homestay ingin menjalin kerja sama dengan agen maupun perusahaan internasional. Ia menegaskan pelaku usaha harus terus beradaptasi.

“Kami tidak ingin selamanya berada di kelas bawah. Pelayanan harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan memberi kenyamanan maksimal bagi wisatawan,” ucapnya.

Terkait tren kunjungan, ia mengakui sektor pariwisata sempat menurun saat pandemi COVID-19. Namun saat ini kondisi mulai pulih dan memasuki musim ramai.

“Sekarang sudah masuk high season. Pemesanan mulai meningkat dan tamu terus berdatangan dibanding awal tahun,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap dukungan pemerintah tidak hanya terfokus pada Raja Ampat, tetapi juga merata ke kabupaten lain di Papua Barat Daya. Asosiasi, lanjutnya, siap memperkuat kolaborasi antaranggota.

“Kami akan terus saling mendukung dan berbagi informasi agar seluruh pelaku homestay di Papua Barat Daya bisa berkembang bersama,” pungkas Konstantinus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif PBD, Yusdi Lamatenggo, menjelaskan bahwa bantuan diberikan kepada 17 pengelola homestay dalam bentuk sarana pendukung operasional homestay.

Ia merinci, bantuan meliputi tempat tidur, perlengkapan makan dan minum, panel surya, hingga motor tempel yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi wisata.

“Selain itu ada juga perlengkapan keselamatan sesuai usulan dari pengelola. Tahun ini merupakan kali kedua kami memberikan dukungan kepada homestay,” jelas Yusdi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....