Pemprov PBD Dukung Proyek Identifikasi Kerangka Prajurit Jepang
- 09 Feb 2026 09:11 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menerima penyampaian rencana kegiatan Tim Gabungan Indonesia–Jepang terkait proyek pengumpulan dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II. Kegiatan ini merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang bersifat kemanusiaan.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai proyek ini memiliki nilai kemanusiaan tinggi karena bertujuan memberikan kepastian kepada keluarga prajurit Jepang yang gugur pada masa perang.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Jepang serta memiliki nilai kemanusiaan. Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi keluarga prajurit yang menunggu kepastian,” ujar Elisa Kambu.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam mendukung kelancaran kegiatan di lapangan, terutama dalam memberikan informasi apabila ditemukan dugaan kerangka prajurit.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan dari sektor tenaga kerja dan kesehatan, Yuni Suka, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara ilmiah melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan DNA.
“Proses pencarian hingga identifikasi membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus melalui tahapan ilmiah. Tujuan utamanya adalah memastikan kerangka yang ditemukan dapat diidentifikasi dan dikembalikan kepada keluarga prajurit,” kata Yuni Suka.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memindahkan atau menyentuh tulang belulang apabila ditemukan di lapangan guna menghindari kontaminasi yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan DNA.
“Kami berharap masyarakat dapat melaporkan temuan kepada pihak terkait dan membiarkan kondisi tetap sebagaimana adanya agar proses penelitian dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Tim gabungan Indonesia–Jepang dijadwalkan melakukan kegiatan lapangan di sejumlah lokasi di Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Tambrauw, khususnya Distrik Sausapor, berdasarkan data arsip militer yang menyebutkan adanya dugaan lokasi pemakaman prajurit Jepang. Selain itu, tim juga akan menelusuri informasi dugaan lokasi pemakaman di wilayah Desa Emaus.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama Indonesia dan Jepang sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai kemanusiaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....