Alumni Studi Manokwari "Hijaukan" Papua Barat Daya

  • 04 Feb 2026 19:08 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Alumni Studi Manokwari di Papua Barat Daya (PBD) bersama Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Tugu Pendaratan Injil Tanah Malamoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu 4 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara alumni, gereja, dan pemerintah daerah dalam menjawab isu kerusakan hutan serta mendukung ketahanan pangan di Tanah Papua, sekaligus menyambut momentum Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang diperingati setiap 5 Februari.

Ketua Alumni Studi Manokwari, Natalsen Basna, mengatakan penanaman pohon menjadi langkah awal alumni untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan di Papua Barat Daya.

“Kami memulai dari Monumen Pendaratan Injil di Tanah Malamoi. Ini menjadi komitmen kami bahwa alumni Studi Manokwari siap berkolaborasi dengan pemerintah dan semua pihak untuk menghijaukan Papua Barat Daya,” ujar Natalsen.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah menyalurkan 1.000 bibit pohon, di mana sebagian telah ditanam dalam kegiatan tersebut.

Mewakili Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Naomi Netty Howay menyampaikan bahwa GKI telah mencanangkan gerakan penanaman sejuta pohon yang melibatkan 70 klasis di seluruh Tanah Papua.

Program tersebut dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sinode, klasis, hingga jemaat, dan ditargetkan berjalan hingga tahun 2026. Di Klasis Sorong sendiri, sebanyak 47 jemaat telah menerima bibit pohon untuk ditanam di lingkungan gereja dan permukiman.

“Ini bentuk kepedulian gereja terhadap manusia dan alam ciptaan Tuhan. Tanpa pohon, kita akan semakin jauh dari keseimbangan hidup,” ujar Naomi.

Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Daya, Jhony Way, mengatakan Pemprov PBD telah mencanangkan program Satu Juta Pohon Tahun 2026 di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

“Penanaman pohon adalah langkah penting untuk mencegah bencana akibat rusaknya ekologi hutan,” tegas Jhony.

Jhony menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian untuk menyalurkan bibit pohon kepada komunitas, gereja, dan kelompok masyarakat

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....