Cegah Kerusakan Terumbu Karang, Dishub Raja Ampat Pengadaan 4 Unit Mooring Buoy

  • 04 Feb 2026 16:23 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Waisai - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Perhubungan mengalokasikan pengadaan mooring buoy sebanyak empat unit senilai Rp2 miliar. Mooring buoy atau labuh tambat ini akan dipasang di wilayah Kepulauan Misool.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Johannes Benediktus Rayahaan mengungkapkan bahwa pengadaan alat labuh tambat kapal ini merupakan program tahun anggaran 2025. Namun, ada kendala dalam mencari pihak ketiga yang memenuhi kualifikasi sehingga baru dilakukan kontrak pada Desember 2025.

"Ini sebenarnya pengadaan tahun 2025, tapi kami terlalu lama mencari pihak ketiga yang memilki kompetensi untuk pengadaan alat," kata dia kepada RRI, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurut dia, empat unit mooring bouy tersebut dalam waktu dekat akan tiba di wilayah Raja Ampat. Namun, untuk waktu pemasaanganya masih berkoordinasi dengan pihak Raja Ampat Mooring System (RAMS). "Kami berkoordiansi dengan RAMS, untuk bisa melakukan pemasangan. Karena dari RAMS juga bisa jadi akan ada pemasangan labuh tambat tambahan," kata dia.

Johannes menjelaskan bahwa awalnya mooring bouy Dishub akan dipasang di wilayah panti utara atau pantura Raja Ampat. Namun, setelah didiskusikan dengan pihak terkait maka alat akan dipasang di wilayah Kepualaun Misool karena daerah tersebut lebih membutuhkan.

Kepala Dinas menambahkan pemasangan labuh tambat ini diharapkan bisa meminimalisasi kerusakan terumbu karang akibat kapal 

sembarang melapas jangkar. Dengan adanya mooring bouy maka kapal tidak perlu pakai jangkar lagi tapi cukup mengikatkan tali ke alat labuh tambat.

Raja Ampat Mooring System melibatkan BLUD UPTD Kawasan Konservasi Perairan, Syahbandar, Dishub Provinsi Papua Barat Daya, dan sejumlah pelaku usaha wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....