Beasiswa Spesialis Buka Jalan Dokter Papua Barat Daya
- 04 Feb 2026 07:40 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan dengan memfasilitasi pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri daerah. Sebanyak 16 dokter asal Papua Barat Daya resmi lolos seleksi dan memperoleh beasiswa pendidikan dokter spesialis melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
Salah satu penerima beasiswa, Grace Agustin Gifilem, menceritakan bahwa program ini berawal dari inisiatif para dokter di Papua Barat Daya yang memiliki keinginan kuat melanjutkan pendidikan, namun terbentur keterbatasan biaya.
“Awalnya kami, para dokter yang bertugas di Papua Barat Daya, berinisiatif berkumpul dan bertamu ke Pak Gubernur. Kami difasilitasi oleh senior kami, dr. Jan Kambu, yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Grace saat diwawancarai, Rabu 4 Febuari 2026.
Dokter umum yang sehari-harinya berdinas Di UPTD Puskesmas Klayili, Kabupaten Sorong, ini mengungkapkan bahwa dn̈alam pertemuan tersebut, para dokter menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan pendidikan spesialis bagi dokter daerah. Aspirasi itu mendapat respons positif dari Gubernur Papua Barat Daya.
“Pak Gubernur merespons sangat baik. Dari situ kemudian disusun langkah-langkah hingga akhirnya Provinsi Papua Barat Daya menjalin kerja sama atau MoU dengan Universitas Padjadjaran,” jelasnya.
Grace menambahkan Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 35 dokter mengikuti proses seleksi dan ujian yang difasilitasi langsung oleh Universitas Padjadjaran dan dilaksanakan di Papua Barat Daya. Dari jumlah tersebut, 16 dokter dinyatakan lulus.
Adapun formasi dokter spesialis yang diterima cukup beragam dan menyesuaikan kebutuhan daerah, diantaranya dokter penyakit dalam, dokter anak, dokter bedah, bedah urologi, anestesi, forensik, radiologi (dua orang), psikiatri, kulit dan kelamin, THT, patologi anatomi, patologi klinik, jantung, serta obstetri dan ginekologi.
“Ada satu program studi yang diisi dua orang, yaitu radiologi dan forensik. Totalnya tetap 16 dokter spesialis,” kata Grace.
Lulusan universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara, ini menjelaskan bahwa sebagian besar formasi tersebut merupakan enam spesialis dasar yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan untuk tersedia di setiap daerah. Program ini juga menjadi bagian dari persiapan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam membuka Rumah Sakit Rujukan Provinsi.
“Pak Gubernur pernah menyampaikan bahwa membangun gedung rumah sakit bisa satu sampai dua tahun, tapi pertanyaannya siapa yang akan mengisi. Karena itu beliau berkomitmen menyiapkan SDM terlebih dahulu,” ungkap Grace.
Terkait pembiayaan, Grace menegaskan bahwa beasiswa ini menjadi kesempatan emas bagi para dokter daerah.
“Kami semua pasti sangat bersyukur. Tidak semua dokter bisa melanjutkan pendidikan spesialis karena biaya pendidikan itu sangat besar. Ini adalah momen yang luar biasa yang dibuka dan diberikan oleh Bapak Gubernur kepada kami,” ujarnya.
Meski harus merantau ke Bandung, para dokter penerima beasiswa menyatakan kesiapan mereka menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami semua anak rantau. Pasti ada rasa gugup dan takut. Tapi kami diingatkan bahwa provinsi ini membutuhkan kami. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kami harus siap,” kata Grace.
Sebagai bentuk komitmen, para dokter juga telah menandatangani perjanjian kerja sama di hadapan notaris. Lama pendidikan bervariasi tergantung program studi.
“Target kami satu, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali untuk mengabdi di Papua Barat Daya,” tutup Grace.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....