Kunker DPR Menyoroti Tambang Nikel di Raja Ampat

  • 28 Mei 2025 20:00 WIB
  •  Sorong

KBRN, Sorong: Kunjungan kerja komisi VII DPR RI ke Sorong, Papua Barat Daya menyerap banyak aspirasi yang disampaikan berbagai pihak pemangku kepentingan mitra komisi VII DPR RI. Dalam tatap muka bersama terdapat sejumlah catatan sebagai aspirasi, terutama berkenaan dengan aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat yang sedang mendapat sorotan setelah viral karena adanya kekhawatiran akan merusak potensi pariwisata Raja Ampat yang telah mendunia.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI - Evita Nursanty juga menyoroti persoalan kontradiksi antara potensi pariwisata dan potensi tambang nikel yang sempat viral, sebab banyak pihak telah menyoroti persoalan tambang yang dipastikan dapat merusak potensi pariwisata di Raja Ampat. Evita juga juga meminta pemerintah mengevaluasi agar persoalan tambang nikel tidak mengganggu potensi pariwisata di Raja Ampat.

"Potensi Raja Ampat ini sangat-sangat luar biasa, dan tentunya ekosistem dari pariwisata ini tidak boleh terganggu, karena adanya usaha-usaha yang mengancam ekosistem yang ada, kita akan bahas ini nanti di DPR RI, nanti kita akan minta pemerintah mengevaluasilah, apakah ini akan diteruskan?suka tidak suka kita katakan bisa menjaga ekosistem, bohonglah itu, ketika ada pertambangan, ada pariwisata, ada coral apakah bisa terjaga?apa yang akan dilakukan perusahaan itu untuk menjamin agar ekosistem tidak rusak?" tegas Evita Nursanty.

Dalam kunjungan kerja komisi VII DPR RI ke Papua Barat Daya dihadiri anggota komisi VII DPR RI, diantaranya Dr. Evita Nursanty, M.Sc. - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sebagai ketua tim kunjungan kerja, Hj Chusnunia Chalim, Ph.D., Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., Maria Lestari, S.Pd., MH., Rycko Menoza, M.B.A., Drs. H. Mujakkir Zuhri, Rico Sia, M.Si., H. Ahmad Daeng Sere, S.Sos.,M.A.P., Arjuna Sakir, S.E., M.M., Izzuddin Al Qassam Kasuba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....