MBG Jangkau 43 Juta Murid, Kemendikdasmen Sebut Berdampak pada Motivasi Belajar

  • 13 Jun 2026 12:59 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 10 Juni 2026, sebanyak lebih dari 43 juta murid atau sekitar 80,7 persen dari total 53 juta murid di Indonesia telah menerima manfaat program tersebut.

Capaian itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, usai mendampingi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pelaksanaan MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), khususnya pada aspek pembiasaan hidup sehat dan konsumsi makanan bergizi.

"Pemberian makanan bergizi di sekolah merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan siap belajar dengan baik," ujar Abdul Mu’ti melalui siaran pers yang diterima RRI.

Ia menjelaskan, berbagai hasil evaluasi dan survei menunjukkan program tersebut mendapat respons positif dari para penerima manfaat. Sebagian besar murid berharap program MBG dapat terus dilanjutkan karena memberikan manfaat langsung dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya dampak positif dari program tersebut terhadap dunia pendidikan. Salah satunya hasil kajian Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia (Labsosio UI) yang menyebut MBG berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran siswa di sekolah, serta capaian akademik.

"Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa MBG memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan hasil akademik murid," katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai modul pendukung yang akan digunakan dalam pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga melaporkan perkembangan program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai daerah. Sebanyak 36 usulan sekolah telah lolos seleksi dan akan mulai dibangun tahun ini.

Pada tahap awal, lima sekolah akan dibuka dengan memanfaatkan fasilitas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di daerah, satu sekolah akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan sekolah lainnya akan dibangun di sejumlah wilayah yang telah ditetapkan.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....