Revitalisasi Sekolah Serap 1,1 Juta Tenaga Kerja

  • 14 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID Jakarta ,Sorong– Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pelaksanaan revitalisasi sekolah melalui skema swakelola diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.

"Pekerjaan revitalisasi sekolah berlangsung antara tiga hingga delapan bulan dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar," kata Abdul Mu’ti usai melaporkan perkembangan program prioritas pendidikan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Hingga tahun 2025, program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp16,9 triliun. Sementara untuk pelaksanaan tahun 2026, progres pengerjaan telah mencapai hampir 70 persen dari alokasi awal.

Sebanyak 11.744 satuan pendidikan saat ini telah memasuki tahap pengerjaan. Pemerintah menargetkan sebagian besar proyek tersebut selesai pada Juli hingga Agustus 2026 sehingga dapat digunakan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Selain pembangunan fisik sekolah, Kemendikdasmen juga mempercepat transformasi pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Menurut Abdul Mu’ti, hasil evaluasi menunjukkan penggunaan perangkat tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi belajar peserta didik.

Program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan merata.

Kemendikdasmen berharap berbagai program tersebut tidak hanya meningkatkan mutu layanan pendidikan nasional, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.(Rls)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....