Rahasia di Balik Tahu Kediri, Kuliner Sederhana yang Mendunia
- 20 Agt 2026 12:25 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Makanan sederhana berbahan dasar kedelai ini menjadi salah satu ikon kuliner yang melekat dengan Kota Kediri, Jawa Timur. Tahu Kediri bukan sekadar lauk sehari-hari, tetapi bagian dari perjalanan panjang tradisi dan kreativitas masyarakat setempat dalam mengolah kedelai menjadi pangan yang khas.
Dikenal dengan teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang gurih, tahu dari Kediri perlahan menembus batas daerah. Dari pasar-pasar tradisional hingga menjadi buah tangan wisatawan, popularitasnya terus berkembang. Bahkan, nama Tahu Kediri kini semakin dikenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Dilansir Good News From Indonesia, Tahu dibawa masuk ke Indonesia dari Tiongkok sejak ratusan tahun lalu. Pada tahun 1990-an, terjadi migrasi besar bagi warga Tiongkok ke Indonesia.
Ribuan warga dari etnis Tionghoa datang dan bermukim diantaranya di Kota Kediri. Warga Tiongkok menetap dan membuat pabrik tahu di Kota Kediri. Para warga Tiongkok tertarik memprofuksi tahu di Kediri karena menemukan kemasan tekstur air antara Tiongkok dan Kediri.
Menurut Sejarah, Kota Kediri sudah menjalin hubungan baik dengan pedagang-pedagang Tiongkok. Mulanya tahu ini berwarna putih, namun berubah menjadi kuning. Hal ini berdasarkan catatan Chu Ku Fei yang menyebutkan Kota Kediri identik dengan nuansa kuning. Tahu kuning ini menjadi symbol dari hubungan Tiongkok dan Kediri.
Pabrik tahu pertama di Kediri didirikan oleh Bah Kacung pada tahun 1912. Bah Kacung dan teman-teman seperjuangannya mendirikan dan memasarkan tahu di Kota Kediri. Pabriknya telah dinobatkan pemerintah setempat sebagai pelopor pabrik tahu di Kediri.
Orang-orang Kediri menyebut tahu ini dengan sebutan ‘tahu takwa’ yang diambil dari suku Hokkian “Kwa” yang berimigrasi di kota ini.
Tahu takwa memiliki tekstur yang lebih kenyal namun padat. Memiliki warna kuning yang didapatkan dari pewarna alami yaitu kunyit. Pewarna alami kunyit ini juga menambah cita rasa dari tahu takwa. Saat membelinya, tahu ini akan dibungkus dengan besek yang terbuat dari anyaman bambu.
Dari olahan sederhana berbahan kedelai, Tahu Kediri tumbuh menjadi bagian dari identitas kuliner yang membanggakan. Perjalanan panjang, cita rasa khas, dan tangan-tangan para pengrajin membuat tahu ini terus bertahan di tengah perkembangan zaman. Kini, Tahu Kediri bukan hanya dikenal sebagai kuliner khas daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa makanan tradisional Indonesia mampu melangkah jauh dan dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....