Tips Membuat Ketupat Lebaran Idul Adha 2026 yang Pulen, Gurih, dan Tidak Cepat Basi
- 20 Mei 2026 17:26 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang jatuh pada pertengahan tahun 2026, persiapan hidangan khas lebaran mulai menjadi perhatian masyarakat. Salahsatu menu wajib yang tidak boleh absen mendampingi sajian daging kurban adalah ketupat, namun tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan hasil ketupat yang terlalu lembek, keras, atau bahkan cepat basi dalam hitungan jam.
Pakar kuliner tradisional Indonesia membagikan rahasia teknik memasak ketupat agar menghasilkan tekstur yang pulen, gurih merata, serta memiliki daya simpan yang lebih lama. Kunci utamanya ternyata terletak pada pemilihan bahan baku serta ketepatan volume pengisian beras ke dalam janur kelapa.
Pemilihan Bahan dan Takaran yang Pas
Langkah awal yang sangat krusial adalah memilih jenis beras yang tepat. Disarankan menggunakan beras berkualitas baik dengan karakteristik pulen. Sebelum dimasukkan ke dalam anyaman janur, beras wajib dicuci bersih dan direndam selama minimal 30 menit, kemudian ditiriskan secara optimal.
Untuk menambah cita rasa, campurkan sedikit garam halus ke dalam beras yang telah kering dari rendaman. Hal ini akan memberikan rasa gurih yang merata hingga ke bagian dalam ketupat setelah matang.
Formula pengisian beras ke dalam selongsong janur juga sangat menentukan hasil akhir:
- Beras Pulen: Isi selongsong janur sebanyak 2/3 bagian dari total volume ruang.
- Beras Pera: Cukup isi sebanyak 1/2 bagian saja agar saat beras mengembang, ketupat tidak bertekstur terlalu keras atau padat berlebih.
Teknik Perebusan Maksimal
Proses perebusan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam dengan menggunakan api sedang. Pastikan seluruh bagian ketupat terendam sempurna di dalam air rebusan sejak awal proses memasak. Guna menambah aroma harum yang khas, masyarakat dapat menambahkan 2 sampai 3 lembar daun pandan ke dalam panci rebusan.
Selama proses memasak, air rebusan pasti akan menyusut. Redaksi mengingatkan untuk selalu menambahkan air mendidih (bukan air dingin) jika volume air di dalam panci mulai berkurang. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas suhu panas agar ketupat matang secara merata dan tidak mentah di bagian tengah.
Tips Rahasia Anti-Basi:
"Begitu ketupat diangkat dari panci dalam kondisi panas, segera siram atau celupkan sebentar ke dalam air matang yang dingin atau air es. Proses ini berfungsi meluruhkan sisa pati atau lendir yang menempel pada kulit janur luar. Lendir pati inilah yang biasanya mengundang bakteri dan menyebabkan ketupat menjadi cepat berlendir dan basi,"katanya.
Metode Penyimpanan Pasca-Masak
Setelah dibersihkan dengan air dingin, ketupat harus segera digantung di tempat terbuka yang memiliki sirkulasi udara atau hembusan angin yang baik. Hindari menumpuk ketupat basah di dalam wadah tertutup seperti panci atau baskom, karena kelembapan yang terperangkap akan mempercepat pembusukan.
Apabila ketupat tidak habis dikonsumsi dalam satu hari, ketupat dapat disimpan di dalam lemari es (chiller) dengan dibungkus plastik rapat. Ketika ingin dihidangkan kembali pada keesokan harinya, ketupat cukup dikukus ulang selama 15 hingga 20 menit agar teksturnya kembali empuk dan lembut seperti baru matang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....