Waspadai Sarcopenia: Penurunan Massa Otot Seiring Bertambahnya Usia
- 29 Sep 2026 10:15 WIB
- Sorong
RRI.CO.OD, Raja Ampat — Pernahkah Anda merasa kekuatan tubuh menurun drastis, langkah kaki semakin lambat, atau mudah lelah saat menaiki tangga seiring bertambahnya usia? Hati-hati, hal tersebut bisa jadi bukan sekadar proses penuaan biasa, melainkan tanda dari sarcopenia.
Sarcopenia adalah kondisi medis yang ditandai dengan penurunan massa, kekuatan, dan fungsi otot secara signifikan. Meski identik dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia), proses penurunan massa otot ini sebenarnya sudah mulai terjadi secara perlahan sejak seseorang memasuki usia 30-an.
Mengapa Sarcopenia Berbahaya?
Otot memainkan peran kunci dalam metabolisme, keseimbangan tubuh, dan mobilitas harian. Ketika massa otot menyusut drastis, lansia menjadi jauh lebih rentan terhadap berbagai risiko kesehatan:
- Risiko Jatuh dan Cedera: Kelemahan otot kaki mengurangi keseimbangan, meningkatkan risiko jatuh yang berujung pada patah tulang.
- Penurunan Kualitas Hidup: Aktivitas sederhana seperti berdiri dari kursi, membawa belanjaan, atau naik tangga menjadi sulit dilakukan secara mandiri.
- Gangguan Metabolisme: Otot merupakan penyimpan glukosa terbesar di tubuh; berkurangnya massa otot dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
Penyebab Utama
Selain faktor penuaan alami (sarcopenia primer), ada beberapa faktor gaya hidup yang mempercepat terjadinya kondisi ini (sarcopenia sekunder):
- Kurang Aktivitas Fisik (Sedentary Lifestyle): Kurangnya penggunaan otot akan membuat jaringan otot mengecil (use it or lose it).
- Asupan Protein yang Kurang: Protein adalah bahan bangunan utama otot. Kurangnya asupan protein harian membuat proses perbaikan sel otot terhambat.
- Peradangan Kronis dan Penyakit: Penyakit kronis seperti jantung, ginjal, atau diabetes dapat mempercepat pemecahan jaringan otot.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Kabar baiknya, sarcopenia dapat dicegah dan diperlambat dampaknya. Para ahli kesehatan merekomendasikan dua pilar utama pencegahan:
- Latihan Beban dan Ketahanan (Resistance Training): Olahraga seperti push-up, squat, atau menggunakan beban ringan 2–3 kali seminggu efektif merangsang pembentukan massa otot kembali.
- Cukupi Asupan Protein dan Vitamin D: Konsumsi makanan tinggi protein seperti dada ayam, ikan, telur, tahu, tempe, dan susu. Kombinasikan dengan Vitamin D untuk menjaga kekuatan tulang dan fungsi otot.
Mengenali tanda-tanda sarcopenia lebih awal dan menerapkan gaya hidup aktif serta nutrisi seimbang adalah kunci utama untuk tetap mandiri dan bugar di usia senja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....