Sering Makan Telur? Ini Perbedaan Telur Ceplok dan Telur Rebus

  • 01 Sep 2026 11:56 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Telur merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat, terjangkau, dan sering menjadi pilihan menu sehari-hari. Namun, cara mengolah telur ternyata dapat memengaruhi kandungan gizi serta jumlah kalori yang dikonsumsi. Di antara berbagai pilihan, telur ceplok dan telur rebus menjadi dua cara memasak yang paling populer. Lantas, jika berbicara soal kesehatan, mana yang sebenarnya lebih baik: telur ceplok atau telur rebus?

Disadur Good NeZ aws From Indonesia, Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan bahwa dari sisi kandungan gizi, telur ceplok dan telur dadar sebenarnya setara yang membedakan biasanya Adalah kandungan lemak bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak. Kuncinya bukan pada bentuk ceplok atau dadar tetapi cara masak dan minyak yang digunakan.

Memasak telur justru mempermudah protein dipecah oleh pencernaan. Daya cerna protein telur matang mencapai 91% sedangkan telur mentah hanya 51%.

Menggoreng dengan api besar diatas 150 derajat celcius hingga pinggirannya gosong bisa merusak kandungan asam amino dan menurunkan kualitas gizinya.

Kementerian Kesehatan RI menyebut konsumsi satu butir telur per hari pada balita membantu menurunkan risiko stunting, karena proteinnya mudah diserap tubuh. Jadi tidak perlu ragu makan telur, yang terpenting adalah memperhatikan cara pengolahan dan jumlah minyaknya bukan sekedar bentuk ceplok atau dadarnya.

Pada akhirnya, baik telur ceplok maupun telur rebus tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, jika ingin mengurangi asupan kalori dan lemak tambahan, telur rebus dapat menjadi pilihan yang lebih praktis karena tidak membutuhkan minyak saat proses memasaknya.

Jadi kamu tim telur ceplok, dadar atau rebus nih?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....