Dinas P2KB Sorong Selatan Percepat Penurunan Prevalensi Stunting
- 06 Mei 2026 09:23 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Teminabuan - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya melaju percepatan penurunan angka prevalensi stunting. Upaya itu dilakukan dengan langkah awal pencegahan sejak dini.
Plt Kepala Dinas P2KB Sorong Selatan, Lenni Astuti W Siringo Ringo mengatakan, sebagai bentuk pencegahan terhadap stunting, perlu edukasi dengan pelayanan KB. Menurutnya penggunaan alat kontrasepsi tersebut dapat membantu memberi jarak kehamilan dan menjaga kesehatan ibu dan anak.
"Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan non MKJP kita lakukan sesuai dengan perintah Pepres nomor 72 tahun 2021 untuk mencegah terjadinya stunting," kata Lenni di Teminabuan, Selasa, 5 Mei 2026
Lenni mengungkapkan, pemberantasan stunting harus mendapatkan atensi serius dari pemerintah daerah, sebab perlu mempersiapkan generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia emas tahun 2045. Program tersebut juga merupakan prioritas asta cita Presiden Republik Indonesia.
"Moto kita berencana itu keren artinya dengan merencanakan untuk memiliki anak maka akan terjadi keluarga sejahtera dan anak-anak kita sehat menuju Indonesia emas," ujarnya
Kegiatan percepatan penurunan stunting di Sorong Selatan telah diupayakan melalui sinergi DP2KB, IBI serta Persagi dengan melibatkan organisasi wanita, PPNI dan KNPI. Lenni menegaskan, upaya tersebut akan dilakukan hingga ke wilayah pantai melalui pelayanan KB serentak.
"Prevalensi stunting ada 11 persen dengan wilayah penyumbang terbesar ada di pesisir Imekko. Kolaborasi ini bagi DP2KB akan terus berjalan, kita juga akan melakukan kegiatan ke pesisir untuk memberikan pelayanan KB serentak," ucap Lenni
Lenni mengatakan, tim pendamping telah dibentuk DP2KB guna memastikan pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif di wilayah masing-masing. Selain itu, peran serta dan kolaborasi lintas sektor juga perlu ditingkatkan guna memaksimalkan percepatan penurunan stunting di Sorong Selatan.
"Kalau misalnya sudah terjadi stunting ada tim teknis dari Dinas Kesehatan yang akan melakukan pemberian makanan bergizi selama kurang lebih 3 bulan melalui tenaga gizi," ujar Lenni
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....