Mengapa Jempol Terus Bergerak? Memahami Kebiasaan Scroll tanpa Henti

  • 19 Jun 2026 10:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – setiap scroll media sosial memberi kemungkinan kecil mendapat hal menarik. Ketidakpastian ini memicu pelepasan dopamin, zat kimia yang membuat otak ingin mengulang perilaku meski kontennya tidak selalu memuaskan.

Melansir Social Connect, fitur infinite scroll, notifikasi dan algoritma personal bukan kebetulan. Semuanya dirancang untuk menahan perhatian selama mungkin, bukan untuk membuat kita merasa cukup.

Saat bosan, cemas atau kesepian, scroll media sosial terasa seperti jeda cepat. Tapi karena tidak benar-benar menyelesaikkan emosi dibawahnya, otak minta dosis berikutnya.

Saat lelah mental kemampuan mengendalikan impuls menurun. Itulah kenapa scroll sering terjadi di malam hari saat energi dan batas diri sudah menipis.

Terlalu banyak stimulasi membuat otak sulit merasa puas. Akhirnya scroll bukan lagi soal menikmati tapi sekedar mengisi kekosongan.

Yang lebih realistis adalah mengatur ulang kebiasaan kita seperti tentukan waktu berhenti, ganti dengan aktifitas transisi (air minum, peregangan, tarik napas) dan kurang aplikasi yang paling memicu. Perubahan kecil lebih bertahan daripada larangan keras.

Saat kita sulit berhenti itu tanda tubuh dan pikiran butuh istirahat, koneksi atau rasa aman. Mendengarkan sinyal ini lebih membantu daripada menyalahkan diri sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....