Akademisi Unamin: Sorong Darurat Konten Negatif di Ruang Digital
- 22 Mei 2026 13:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Perkembangan teknologi informasi yang masif ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain membawa ancaman nyata berupa gempuran konten negatif mulai dari judi online, hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan siber (cyberbullying). Kondisi ini dinilai sudah memasuki tahap darurat dan memerlukan penanganan serius dari seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Akademisi Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin), Teguh Hidayat Iskandar Alam, dalam dialog interaktif "Sorong Pagi Ini" yang disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Sorong. Dialog tersebut mengangkat tema krusial: "Darurat Ruang Digital, Melawan Gempuran Konten Negatif Demi Kehormatan Bangsa".
Dalam pemaparannya, Teguh Hidayat yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol Unamin Sorong mengungkapkan bahwa ruang digital Indonesia saat ini tengah dibanjiri oleh penetrasi konten-konten destruktif. Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya merusak mental generasi muda tetapi juga mempertaruhkan moral dan kehormatan bangsa di mata dunia.
| Baca juga: Shape of My Heart Viral Lagi di TikTok |
"Kita tidak bisa lagi menutup mata. Saat ini kita berada dalam situasi darurat ruang digital. Gempuran konten negatif seperti judi online yang kian marak, penyebaran berita bohong (hoaks), dan konten asusila sudah merambah ke berbagai lini usia, termasuk anak-anak di Sorong dan Papua Barat Daya pada umumnya," ujar Teguh saat berbicara di studio RRI Sorong.
Pentingnya Literasi Digital dan "Saring Sebelum Sharing"
Menurut pakar teknologi informasi Unamin ini, regulasi hukum seperti UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) tidak akan cukup efektif jika tidak dibarengi dengan penguatan benteng pertahanan dari dalam diri pengguna internet itu sendiri. Konsep utamanya adalah peningkatan literasi digital masyarakat. Teguh menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam beraktivitas di dunia maya. Masyarakat diajak untuk lebih bijak dan memiliki filter yang kuat sebelum menyebarkan sebuah informasi.
"Kunci utama melawan gempuran ini adalah literasi digital yang kuat. Masyarakat harus membiasakan budaya 'Saring sebelum Sharing'. Jangan mudah terprovokasi oleh judul berita yang bombastis atau konten video yang belum jelas kebenarannya. Mempertahankan kehormatan bangsa di era modern ini bukan lagi angkat senjata, melainkan bagaimana kita menjaga jempol kita di ruang digital," tambahnya.
Peran Sinergis Kampus, Media, dan Orang Tua
Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa institusi pendidikan seperti Unamin Sorong terus berkomitmen mengambil peran dalam mengedukasi publik. Melalui program pengabdian masyarakat dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, akademisi turun langsung memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi yang sehat, produktif, dan beretika.
Ia juga mengapresiasi langkah RRI Sorong sebagai media publik yang konsisten menyuarakan edukasi positif dan memberikan ruang bagi diskursus sehat seperti ini. Kendati demikian, benteng pertahanan paling mendasar tetap berada di lingkungan keluarga. "Peran orang tua sangat krusial dalam mengawasi gadget anak-anak mereka. Jangan sampai ruang digital menjauhkan yang dekat dan justru mendekatkan anak-anak kita pada pengaruh buruk luar yang merusak moral mereka," tegas Teguh.
Di akhir dialog bersama RRI Sorong, akademisi Unamin ini memberikan pernyataan penutup berupa ajakan kepada seluruh masyarakat Sorong untuk bersama-sama membersihkan ruang siber dari konten negatif. Menjaga ruang digital yang bersih dan sehat adalah manifestasi nyata dari menjaga martabat, harga diri, serta kehormatan bangsa Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....