Waspada! 7 Aktivitas Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Menurunkan IQ

  • 18 Apr 2026 22:47 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID - Sorong, Kecerdasan intelektual atau IQ sering dianggap sebagai bawaan lahir yang bersifat permanen. Namun, sederet penelitian terkini justru mengungkap fakta sebaliknya: sejumlah kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yang tampak sepele ternyata dapat menggerogoti fungsi otak dan menurunkan skor IQ secara signifikan.

Dari fenomena brain rot akibat gadget hingga kebiasaan multitasking yang dianggap produktif, para ahli neurologi mengingatkan bahwa penurunan kognitif ini sering terjadi tanpa disadari dalam jangka panjang.Dikutip Detik, Berikut adalah tujuh aktivitas yang perlu diwaspadai:

1. Multitasking: Musuh Tersembunyi di Balik Produktivitas

Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu justru menjadi salah satu penyebab utama penurunan IQ. Sebuah studi dari Institute of Psychiatry London menemukan bahwa kebiasaan ini dapat menurunkan IQ hingga 10 poin. Penelitian lain bahkan menyebutkan penurunan bisa mencapai 15 poin sekaligus mengurangi kecerdasan emosional, membuat seseorang kurang berempati dan sulit mengendalikan emosi.

Bukan tanpa alasan, otak manusia tidak dirancang untuk fokus pada banyak hal sekaligus. Akibatnya, alih-alih efisien, kinerja otak justru menurun drastis.

2. Kurang Tidur: Mengganggu Konsolidasi Memori

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lemas, tapi juga memaksa otak bekerja di luar batas kemampuannya. Saat tidur terganggu, kemampuan otak untuk memproses informasi dan mengingat hal-hal penting akan menurun drastis. Data ilmiah menunjukkan anak-anak dengan pola tidur tidak teratur dapat memiliki hipokampus—pusat penyimpanan memori—yang sekitar 8% lebih kecil dari rata-rata.

3. Gaya Hidup Sedenter: Duduk Terlalu Lama Merusak Otak

Penelitian dalam jurnal PLOS One (2018) mengungkap bahwa terlalu lama duduk berkaitan dengan penipisan Medial Temporal Lobe (MTL), yaitu area otak yang berfungsi membentuk ingatan baru. Kurangnya aktivitas fisik memperlambat aliran darah ke otak dan mempercepat penurunan fungsi kognitif.

4. Konsumsi Gula dan Pemanis Buatan Berlebihan

Asupan gula yang tinggi memicu peradangan kronis yang merusak sel-sel saraf di otak. Lebih mengejutkan lagi, studi yang dipublikasikan di jurnal Neurology (2025) menemukan bahwa konsumsi pemanis buatan dalam jumlah tinggi dapat mempercepat penurunan kognitif hingga 62% lebih cepat, setara dengan penuaan otak 1,6 tahun lebih dini.

5. Stres Kronis: Merusak Sel Otak

Stres yang terus-menerus memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat merusak struktur otak di area hipokampus, secara langsung mengganggu pembentukan memori baru dan kemampuan pemecahan masalah. Selain meningkatkan risiko Alzheimer, stres juga diyakini dapat menurunkan skor IQ secara perlahan.

6. Kecanduan Gawai dan Brain Rot

Profesor Gloria Mark dari University of California, Irvine, mencatat bahwa rentang fokus manusia di depan layar menyusut drastis dari 2-3 menit pada awal 2000-an menjadi rata-rata hanya 47 detik saat ini. Fenomena brain rot atau pembusukan otak ini—akibat paparan konten digital berkualitas rendah—dapat mengikis kemampuan berpikir mendalam dan meningkatkan kecemasan.

7. Kurang Interaksi Sosial

Otak yang jarang digunakan untuk berpikir kritis atau berdialog akan mengalami penurunan kualitas pada koneksi sarafnya. Kurangnya komunikasi bermakna membuat area otak yang bertanggung jawab atas emosi, memori, dan pengambilan keputusan menjadi kurang aktif, serta meningkatkan risiko depresi dan penurunan volume otak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....