Badai Stres Finansial Mengintai Usia Produktif, Ini Cara Taktis Mengatasinya

  • 25 Mei 2026 06:48 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Di tengah meningkatnya biaya hidup, masyarakat modern kini dihadapkan pada ancaman kesehatan mental yang nyata, yaitu financial stress atau stres finansial. Fenomena ini merupakan gangguan kecemasan kronis akibat ketidakpastian keuangan dan tumpukan utang.

Dampaknya tidak main-main. Selain memicu insomnia dan gangguan pencernaan, stres finansial juga menyebabkan fenomena presenteeism di dunia kerja—kondisi di mana karyawan hadir di kantor, namun fokusnya hilang total karena memikirkan tagihan.

Dikutip CNN, Psikolog klinis Dr. Andi Wijaya, menjelaskan dampak buruk kondisi ini bagi tubuh. "Saat seseorang terus-menerus cemas memikirkan uang, tubuh berada dalam mode bertahan hidup yang konstan. Ini bisa mengikis imunitas tubuh dengan cepat," ujarnya.

Agar tidak terjebak dalam lingkaran setan stres finansial, berikut 4 langkah taktis yang bisa Anda lakukan sekarang:

Hadapi Realita: Buka dan catat semua jumlah utang serta tagihan secara detail. Mengetahui angka pasti jauh lebih menenangkan pikiran daripada menebak-nebak dalam ketakutan.

Pangkas Keinginan: Pisahkan kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Tunda dulu pengeluaran impulsif seperti belanja online atau kopi kekinian.

Buka Komunikasi: Jika sudah berkeluarga, bicarakan kondisi keuangan dengan pasangan secara transparan agar beban mental tidak ditanggung sendiri.

Mulai Dana Darurat: Sisihkan uang meskipun dalam nominal kecil (misalnya Rp10.000/hari). Secara psikologis, adanya tabungan cadangan terbukti memberikan rasa aman pada pikiran.

Perencana keuangan, Reni Sulistyo, CFP, menegaskan pentingnya rem darurat dalam pengeluaran. "Saat stres finansial melanda, prioritas utama adalah mengamankan kebutuhan dasar dan menghentikan segala kebocoran halus. Keberanian memangkas keinginan adalah kunci mengembalikan kendali hidup," tegas Reni.

Mengatasi stres finansial bukanlah tentang menjadi kaya dalam semalam, melainkan tentang mengambil kembali kendali atas keputusan keuangan Anda sendiri. Jika kecemasan sudah mengganggu aktivitas harian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau penasihat keuangan profesional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....