Pemkab Tambrauw Dorong Hilirisasi Kelapa lewat Program TAMBOIL

  • 03 Okt 2026 17:44 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Pertanian terus mendorong pengembangan komoditas lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi pembangunan Rumah Produksi Minyak Goreng Tahun 2026 di Distrik Amberbaken dan Distrik Amberbaken Barat. Program ini merupakan bagian dari inovasi TAMBOIL (Transformasi Bahan Baku Lokal Menjadi Minyak Goreng untuk Mendukung Kemandirian Pangan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Tambrauw).

Program TAMBOIL diarahkan untuk mengembangkan komoditas kelapa sebagai bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, Merina M. Kmurawak, S.Sos, Kepala Bidang Perkebunan Kosmas Aibesa, S.ST, jajaran staf, mitra pendamping dari Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, serta kelompok tani kelapa. Turut hadir mitra pendamping UNIPA, Kartika Zohar, S.Si.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian berdialog langsung dengan Kelompok Tani Wifiani Jaya di Distrik Amberbaken. Pertemuan itu menjadi momentum untuk memberikan pemahaman terkait rencana pembangunan rumah produksi sekaligus menggali kebutuhan serta kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan komoditas kelapa.

Kabupaten Tambrauw diketahui memiliki potensi kelapa dengan luas areal sekitar 447 hektare. Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan melalui proses hilirisasi sehingga hasil perkebunan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, Merina M. Kmurawak, menekankan bahwa pembangunan rumah produksi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana fisik. Menurutnya, keberlanjutan produksi dan pemasaran produk juga harus menjadi perhatian utama.

Salah satu persoalan yang perlu dipersiapkan, kata dia, adalah akses pasar. Karena itu, pengembangan usaha harus disertai pendampingan, peningkatan kapasitas kelompok tani, penerapan proses pengolahan yang baik, serta strategi pemasaran produk.

Dalam dialog tersebut, kelompok tani turut menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung pengembangan usaha. Usulan yang disampaikan antara lain mesin parut kelapa, mesin press santan kelapa, serta berbagai peralatan pendukung produksi minyak goreng.

Masyarakat juga mengusulkan bantuan sarana pertanian lainnya, seperti mesin penggiling padi dan mesin perontok padi. Berbagai usulan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan perencanaan Dinas Pertanian untuk diupayakan pada tahun berikutnya sesuai dengan kemampuan dan program pembangunan daerah.

Merina juga berharap kehadiran mitra pendamping dari UNIPA Manokwari dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani, mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, pengembangan produk hingga pemasaran.

Melalui program TAMBOIL, Pemerintah Kabupaten Tambrauw berharap potensi kelapa dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Rumah produksi minyak goreng diharapkan menjadi salah satu langkah dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal, membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Program TAMBOIL selanjutnya diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem usaha masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Tambrauw.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....