Sejarah Hari Pentakosta dan Turunnya Roh Kudus
- 23 Mei 2026 07:09 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Hari Pentakosta kembali diperingati oleh umat Kristiani di berbagai belahan dunia sebagai salah satu momen penting dalam kalender gereja. Perayaan ini jatuh 50 hari setelah Hari Paskah dan dikenal sebagai peringatan turunnya Roh Kudus kepada para murid Yesus Kristus di Yerusalem.
Istilah Pentakosta berasal dari bahasa Yunani pentēkostē, yang berarti “hari kelima puluh”. Dalam tradisi awal, Pentakosta sebenarnya merupakan perayaan Yahudi yang disebut Shavuot, yaitu hari raya panen sekaligus peringatan pemberian hukum Taurat kepada bangsa Israel di Gunung Sinai.
Namun dalam tradisi Kristen, makna Pentakosta berubah menjadi peristiwa rohani yang sangat penting. Peristiwa ini dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul 2, ketika para murid Yesus sedang berkumpul dan tiba-tiba terdengar suara seperti angin keras dari langit. Mereka kemudian diyakini dipenuhi oleh Roh Kudus.
Dalam kisah tersebut, para murid mulai berbicara dalam berbagai bahasa yang dapat dipahami oleh orang-orang dari berbagai bangsa yang hadir di Yerusalem. Peristiwa ini dianggap sebagai tanda dimulainya penyebaran ajaran Kristen ke seluruh dunia, karena para murid mendapatkan keberanian untuk memberitakan Injil secara terbuka.
Banyak umat Kristen menyebut Hari Pentakosta sebagai “hari lahirnya gereja”, karena sejak saat itu komunitas pengikut Yesus mulai berkembang secara lebih luas dan terorganisasi. Peristiwa ini juga menjadi simbol kehadiran Roh Kudus yang diyakini terus membimbing dan menguatkan umat percaya dalam kehidupan sehari-hari.
Hingga saat ini, Hari Pentakosta masih dirayakan melalui ibadah khusus, doa, dan refleksi spiritual di berbagai gereja. Perayaan ini menjadi pengingat akan pentingnya iman, persatuan, dan peran Roh Kudus dalam kehidupan umat Kristiani di seluruh dunia. (grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....