Dilema Air Bersih di Kota Sorong

  • 25 Agt 2026 11:05 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong: Musim panas yang sudah berjalan hampir 3 bulan di beberapa wilayah di Indonesia,tidak terkecuali di Provinsi Papua Barat Daya.Tidak hanya di khawatirkan kebakaran di wilayah perumahan bahkan hutan, namun ketersediaan air bersih menjadi keluhan masyarakat.

Untuk kebutuhan air bersih warga masyarakat yang mengharapkan dari perusahaan air minum PT. Tirta Remu. Namun bagi warga yang tidak memiliki sambungan air bersih berharap dari air hujan. Namun dengan kondisi alam kekeringan saat ini mau tidak mau akan membeli air bersih dengan harga yang lumayan mahal.

Steven salah satu warga yang bermukim di perumahan Victory Kota sorong harus membeli air seharga kisaran 125 ribu rupiah.

“Sudah beberapa bulan ini 2 kali setiap bulan terpaksa beli air tanki, 1 tanki kecil (anak) 125 ribu,kali saja 2 setiap bulan. Mau bagaimana lagi,sudah lama tidak ada hujan ini,”terang Steven.

Selain beli air tanki banyak warga yang menggunakan air sumur baik sumur galian maupun sumur bor. Salah satu warga Diah mengaku sudah lama memanfaatkan air sumur bor.

“Dulu kami pakai air PAM, tiap bulan bayar limapuluhan ribu,tapi ya seminggu kadang Cuma 2 sampai 3 kali saja, terus pipa di bawah tanah rusak mungkin sudah terlalu lama,orang dari PAM minta untuk sambung lagi untuk perbaiki minta jutaan, jadi lebih baik kita minta diputus saja, kebetulan air sumur bornya juga bagus, sudah 20 tahun lebih”,jelas Diah.

Dilema air bersih nyaris tidak pernah ada solusi,berbagai upaya pihak seperti DPRD terus berkoordinasi dan memanggil direktur PT. Tirta Remu tapi tidak pernah ada jalan keluar. Namun dengan adanya pengambilalihan pihak Pemerintah Kota Sorong terhadap PT. Tirta Remu apakah bisa berbuah manis? Kita lihat saja nanti. Dan kita berharap bahwa permasalahan air bersih di Kota Sorong khususnya mendapat titik cerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....