5 Amalan Utama di Hari Arafah yang Perlu Diketahui

  • 23 Mei 2026 18:43 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Hari Arafah merupakan salah satu hari yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Hari ini jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Bagi jamaah haji, Hari Arafah menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji melalui wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, Hari Arafah juga menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Keutamaan Hari Arafah sangat besar. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa pada hari ini Allah SWT banyak mengampuni dosa hamba-Nya serta mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan di hari yang mulia ini.

Berikut lima amalan utama di Hari Arafah yang perlu diketahui dan diamalkan.

1. Melaksanakan Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan besar, yaitu dapat menghapus dosa selama dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

Puasa ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa sekaligus melatih kesabaran dan ketakwaan. Selain memperoleh pahala, puasa Arafah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

2. Memperbanyak Doa

Hari Arafah dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun seluruh umat Muslim.

Doa yang dipanjatkan dapat berupa permohonan ampunan, kesehatan, rezeki, kemudahan hidup, serta harapan agar selalu diberikan petunjuk dan keteguhan iman. Memanfaatkan Hari Arafah dengan memperbanyak doa merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Berdzikir dan Mengingat Allah SWT

Amalan berikutnya adalah memperbanyak dzikir seperti membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Dzikir menjadi sarana untuk menenangkan hati sekaligus meningkatkan keimanan.

Ucapan seperti “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “La ilaha illallah”, dan “Allahu Akbar” dianjurkan untuk sering dibaca sepanjang Hari Arafah. Dengan berdzikir, seorang Muslim dapat menjaga hati tetap dekat dengan Allah SWT dan terhindar dari perbuatan yang sia-sia.

4. Membaca Al-Qur’an

Hari Arafah juga dapat diisi dengan memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an. Membaca ayat suci Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan ketenangan hati dan menambah wawasan keislaman.

Meluangkan waktu untuk tadabbur atau merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur’an akan membantu umat Islam meningkatkan kualitas iman dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

5. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan

Amalan penting lainnya adalah bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Sedekah tidak harus berupa harta dalam jumlah besar, tetapi dapat dilakukan sesuai kemampuan, seperti membantu orang lain, memberi makanan, atau berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Hari Arafah menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat rasa kepedulian sosial dan memperbanyak amal saleh. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT.

Hari Arafah adalah kesempatan istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Dengan melaksanakan puasa Arafah, memperbanyak doa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, serta bersedekah, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....