Minyak Tengkawang, Alternatif Bahan Makanan dan Kosmetik dari Hutan Kalimantan

  • 15 Apr 2026 18:34 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Tengkawang atau yang nama lokalnya dikenal sebagai engkabang adalah salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu khas Kalimantan yang memiliki potensi besar. Namun hingga kini belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Tengkawang berasal dari biji buah pohon meranti, terutama dari kelompok meranti merah. Selama ini meranti lebih dikenal sebagai bahan baku kayu lapis dan kayu bangunan berkualitas tinggi, sementara pemanfaatan bijinya sebagai sumber minyak masih kurang mendapat perhatian.

Minyak atau lemak tengkawang telah lama dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Kalimantan. Produk ini digunakan sebagai campuran makanan, bahan pembuatan lilin, sabun hingga kosmetik.

Minyak tengkawang juga dikenal dengan nama Bornean tallow atau green butter dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tengkawang merupakan lemak nabati yang dihasilkan dari biji beberapa jenis pohon meranti dari genus Shorea. Terdapat sekitar 16 jenis Shorea yang diketahui menghasilkan tengkawang.

Sebanyak 13 di antaranya termasuk kelompok meranti merah yang sebagian besar merupakan jenis endemic Kalimantan Barat, sementara tiga jenis lainnya berasal dari kelompok kayu balau yang juga tersebar di Sumatera dan Semenanjung Malaysia.

Jenis yang paling dikenal dan banyak dimanfaatkan adalah tengkawang tungkul (Shorea Stenoptera) karena ukuran buahnya yang besar dan kandungan minyaknya yang tinggi. Kalau jenis ini sulit ditemukan, masyarakat biasanya memanfaatkan Shorea Pinanga dan Shorea Macrophylla sebagai alternatif.

Meskipun Indonesia memiliki sekitar 267 jenis meranti dari hamper 600 jenis di dunia, belum banyak kajian dan pengelolaan yang diarahkan untuk mengeksplorasi potensi minyak dari jenis-jenis tersebut.

Kerusakan hutan, hilangnya habitat alami serta minimnya upaya regenerasi menjadi penyebab utama menurunnya produk tengkawang dalam bebrapa dekade terakhir.

Minyak tengkawang memiliki karakteristik yang mirip dengan mentega kakao, tetapi dengan kandungan asam lemak bebas dan titik leleh yang lebih tinggi. Sifat ini membuat minyak tengkawang lebih stabil, tidak mudah tengik dan dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama.

Karena itu, minyak tengkawang banyak digunakan sebagai bahan baku setara mentega kakao, baik sebagai pengganti maupun substitusi dalam industri pangan dan kosmetik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....