Fakta Unik, Guling ternyata berasal dari kebiasaan orang Belanda di Masa Kolonial.
- 14 Apr 2026 09:33 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong : Guling sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadirannya di tempat tidur sebagai pelengkap kenyamanan saat beristirahat.
Guling menyimpan kisah sejarah yang berhubungan dengan masa kolonial di Hindia Belanda. Dimasa kolonial banyak laki-laki Belanda bertugas di wilayah Hindia-Belanda untuk jangka waktu panjang. mereka datang tanpa keluarga dan istri ditinggalkan di Belanda. Kondisi ini menciptakan tantangan bagi kenyamanan hidup sehari-hari termasuk tidur.
Iklim tropis Hindia Belanda sangat berbeda dengan Eropa. Kasur tebal dan selimut berat Belanda jadi tidak nyaman. Pendatang Belanda mulai menyesuaikan diri menciptakan posisi tidur tanpa merasa gerah. muncul ide untuk menggunakan bantal panjang yang bisa dipeluk saat tidur dikenal sebagai guling. Fungsinya sederhana tetapi memberikan rasa nyaman, seolah sedang memeluk seseorang.
Istilah 'Dutch Wife' dalam bahasa inggris memiliki kaitan dengan kebiasaan ini. Laki-laki Belanda yang tidur memeluk guling dianggap seperti memeluk istri mereka. muncullah istilah yang secara harfiah berarti 'Istri Belanda'.
Istilah ini dikelan di wilayah Asia lainnya yang pernah berinteraksi dengan budaya kolonial. Guling menjadi simbol kerinduan dan adaptasi terhadap lingkungan baru.
beberapa sumber juga mnyebutkan bahwa sebelum guling berbahan kain dan kapas, ada versi awal yang terbuat dari rotan atau bambu. struktur ini melancarkan sirkulasi udara, cocok digunakan didaerah tropis yang panas.
seiring waktu penggunaan guling tidak lagi terbatas pada kalangan orang Belanda. Masyarakat lokal pun mengadopsi benda ini sebagai bagian dari budaya tidur mereka. guling populer karena memberikan kenyamanan tambahan. menopang tubuh saat tidur miring. guling juga membantu menjaga posisi tubuh agar tetap stabil selama tidur.
Di Indonesia guling akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perlengkapan tidur. Hampir setiap rumah memilikinya dan penggunaannya sudah meluas ke berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang budaya.
Guling bukan hanya bantal panjang yang menemani tidur tetapi bagian dari sejarah yang melibatkan kolonialisme, adaptasi dan kerinduan manusia. Dari simbol kesepian para pendatang, guling kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....