Perjuangan Novita Rianghepat Jadi Sukarelawan Literasi di Kota Sorong

  • 21 Apr 2026 05:09 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Menyambut Hari Kartini ke-147 tahun 2026, RRI Programa 1 Sorong melaksanakan dialog pengarusutamaan gender menghadirkan sosok perempuan Novita Rianghepat, seorang sukarelawan di komunitas literasi Pinjam Pustaka. Novi sapaan akrabnya perempuan muda berasal dari desa di NTT.

Ia bercerita saat di kampungnya tidak selesai sekolah SD, kemudian mencoba mencari peruntungan di kota ikut kerabat dengan berharap bisa melanjutkan sekolah. Namun pada kenyataan ia dijadikan asisten rumah tangga atau ART untuk menjaga anak dari kerabatnya.

"Saya dulu pikir ikut keluarga di kota supaya bisa lanjut sekolah, tapi ternyata saya jadi pembantu, jaga keponakan," kata Novi mengenang masa lalunya.

Novi bekerja sebagi ART di rumah sesorang yang kelak merubah hidupnya. Mas Dayu sapaan akrabnya seorang penggiat literasi. Dari sinilah Novi mulai memperhatikan kebiasaan anak dari Dayu yang sering mendengarkan dongeng sebelum tidur. Dayu memperkenalkan dunia literasi dan Novi mulai belajar mendongeng.

"Saya sering lihat anaknya Mas Dayu itu kalau tidur disampaikan dongeng. Saya jadi tertarik dan akhirnya saya bergabung jadi relawan di Pinjam Pustaka untuk belajar mendongeng," lanjut Novi.

Ada raut sedih di wajah Novi saat bercerita, saat menyampaikan dongeng kepada anak-anak. Dia teringat dengan anak semata wayangnya yang sudah bersekolah kelas 4 SD. Novi adalah seorang ibu, tapi setelah perceraian dia tidak mendapat hak asuh anaknya.

"Saya suka ingat anak saya,dia ada di kampung saya di NTT. Saya kerja buat menghidupi diri dan keluarga. Kalau rindu, sering saya video call atau kirim foto dan video," kata dia. Kalau sudah lulus SD, Anak Novi ingin sekali pindah sekolah di Sorong mengikuti ibunya supaya bisa meminjam dan membaca banyak buku.

Impian Novi adalah bisa melanjutkan kembali sekolah dan tetap menjadi sukarelawan literasi. Ia juga berharap bisa bersatu kembali dengan putra semata wayangnya. Menurutnya, perempuan sukses dan hebat tidak harus bekerja kantoran, tapi perempuan bisa bahagia dengan membahagiakan orang lain, mandiri, dan percaya diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....