Kesehatan Mental Remaja Indonesia Masuki Tahap Mengkhawatirkan
- 19 Mar 2026 01:52 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Kondisi psikis generasi muda di Indonesia, khususnya kelompok usia remaja, dilaporkan mengalami tantangan serius sepanjang awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan pada angka depresi dan kecemasan yang dipicu oleh tekanan digital serta beban akademik yang tinggi.
Berdasarkan data skrining kesehatan jiwa nasional, diperkirakan hampir 10 persen remaja di Indonesia saat ini menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,8 persen teridentifikasi mengalami gejala depresi, sementara 4,4 persen lainnya berjuang dengan gangguan kecemasan (anxiety).
Fenomena "kesepian di tengah keramaian" menjadi sorotan utama. Meski terkoneksi secara digital selama rata-rata tujuh jam per hari, banyak remaja merasa terisolasi secara emosional. Pengaruh media sosial yang memicu tren membandingkan diri (social comparison) dinilai menjadi faktor dominan melemahnya kepercayaan diri remaja saat ini.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah melalui sinergi lintas kementerian telah meluncurkan berbagai langkah intervensi. Salah satunya adalah penguatan program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) yang kini mulai diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah di berbagai daerah.
| Baca juga: Cara Tetap Percaya Diri meski Banyak Kritik |
Layanan kesehatan masyarakat seperti Puskesmas juga mulai dioptimalkan untuk menjadi garda terdepan dalam deteksi dini gangguan jiwa. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku pada anak dan remaja, serta memanfaatkan platform layanan krisis resmi jika membutuhkan bantuan profesional segera.
Pakar psikologi mengingatkan bahwa kehadiran dukungan emosional dari keluarga tetap menjadi faktor kunci dalam membangun resiliensi atau ketahanan mental remaja di tengah gempuran arus informasi digital yang tidak terbendung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....