Kabut Asap Tebal Selimuti Sintang, BMKG Imbau Warga Waspada
- 15 Sep 2026 19:56 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Cuaca di sejumlah wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Di tengah kondisi tersebut, kabut asap tebal dan pekat masih menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster BMKG Tebelian Sintang, M. Hanif Sulthony, mengatakan kondisi hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi adanya pola shear line atau belokan angin pada ketinggian sekitar 3.000 kaki.
"Hal ini terjadi dikarenakan adanya pola shear line atau belokan angin pada angin di ketinggian 3.000 kaki. Sehingga hal inilah yang menyebabkan banyaknya massa udara yang bergerak dan berkumpul di suatu wilayah yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif dan dapat menghasilkan hujan di beberapa wilayah," ujar Hanif kepada RRI, Selasa (15/9/2026).
Meski hujan turun di sejumlah wilayah, kondisi udara masih terganggu oleh kabut asap. Hanif menjelaskan, kabut tebal dan pekat disebabkan masih terdapat titik api di Kabupaten Sintang dan wilayah sekitarnya.
Selain itu, terdapat kiriman asap atau transboundary haze dari wilayah lain yang terdampak karhutla. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun, terutama di wilayah yang mengalami konsentrasi asap cukup tinggi.
"Adapun saat ini kondisi cuaca yang menyebabkan terjadinya kabut tebal dan pekat. Hal inilah yang diakibatkan oleh masih terdapat banyaknya titik api di wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya dan adanya transboundary haze atau kiriman asap dari wilayah terdampak karhutla sehingga terjadi jarak pandang yang rendah," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna kendaraan, untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kondisi jarak pandang yang rendah.
"Kami mengimbau agar mengurangi kecepatan dan memperhatikan jarak aman di saat berkendara," ucap Hanif.
Sementara itu, kualitas udara yang terpantau melalui alat PM2.5 di Kantor Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang pada hari sebelumnya sempat mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.
"Kondisi kualitas udara yang teramati oleh alat PM2.5 di Kantor Stasiun Meteorologi Tebelian Sintang pada hari kemarin, kualitas udara mencapai kategori sangat tidak sehat hingga pada level berbahaya," jelasnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap dan partikulat udara.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang hendak melakukan kegiatan di luar ruangan agar menggunakan masker," pungkas Hanif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....