Kabut Asap Ancam Kesehatan, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
- 14 Agt 2026 12:20 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Hal tersebut disampaikan Epidemiologi Kesehatan Ahli Pertama, Laras Hidayati, dalam siaran Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Sintang, Jumat (14/08/2026).
Laras menjelaskan, kabut asap membawa partikel-partikel mikro berbahaya yang dapat masuk dan mengganggu saluran pernapasan.
“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membawa partikel-partikel mikro berbahaya yang dapat menembus saluran pernapasan,” jelasnya.
Menurut Laras, paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), memicu alergi, serta memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru kronis.
Ia menambahkan, dampak paparan asap dapat lebih cepat dirasakan oleh kelompok rentan, terutama bayi, balita, lansia, dan ibu hamil.
“Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya ISPA secara signifikan, memicu alergi, serta memperburuk gejala bagi penderita asma atau penyakit paru kronis,” ujar Laras.
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan kabut asap, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan daya filtrasi yang baik, seperti N95 atau masker medis.
Laras juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar kabut asap. Gejala seperti sesak napas, batuk yang berlangsung terus-menerus, maupun iritasi pada mata perlu mendapat perhatian dan segera ditangani.
“Segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sesak napas, batuk persisten, atau iritasi pada mata,” pesannya.
Ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung. Perlindungan diri, khususnya bagi kelompok rentan, menjadi langkah penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.
“Masyarakat perlu memantau kualitas udara, mengurangi paparan asap, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala gangguan pernapasan,” tutup Laras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....