Jangan Asal Pilih Masker saat Kabut Asap

  • 01 Sep 2026 09:03 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Memakai masker saat kabut asap bukan sekadar soal memilih yang paling tebal atau yang paling mudah ditemukan. Ketika udara dipenuhi asap karhutla, yang perlu dipikirkan adalah kemampuan perlindungan tersebut dalam mengurangi paparan yang kita hadapi.

Mengutip artikel CNN Indonesia berjudul “Jenis Masker yang Bisa Menyaring Asap Karhutla”, kemampuan masker dalam menghadapi asap karhutla berbeda-beda. Sumber tersebut membahas beberapa jenis perlindungan, mulai dari N95, masker bedah, masker kain hingga respirator P100.

Perbedaan itu penting karena asap karhutla merupakan campuran gas, partikulat, dan uap. Masker yang dirancang untuk menyaring partikel tidak otomatis memberikan perlindungan yang sama terhadap seluruh komponen asap. Karena itu, penggunaan masker perlu disesuaikan dengan kondisi paparan dan kemampuan perlindungan yang dimilikinya.

N95 menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk mengurangi paparan partikel halus. Sementara masker bedah dan masker kain memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyaring partikulat. Sumber CNN Indonesia juga mencantumkan respirator P100 sebagai jenis perlindungan dengan kemampuan filtrasi yang lebih tinggi.

Namun, memilih jenis masker saja belum menyelesaikan persoalan. Cara memasangnya juga menentukan. Masker yang longgar dapat menyisakan celah di sekitar wajah sehingga udara dari luar tidak seluruhnya melewati bagian penyaring. Karena itu, bagian hidung, pipi, dan dagu perlu diperhatikan agar perlindungan terpasang dengan baik.

Kondisi masker juga jangan diabaikan. Masker yang sudah kotor, rusak, atau tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya tidak seharusnya dipaksakan untuk terus dipakai. Perlindungan pernapasan perlu diperiksa sebelum digunakan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Ada satu langkah yang sebenarnya lebih sederhana daripada memilih masker, yaitu mengurangi paparan. Jika tidak ada keperluan mendesak, mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi waktu kita berada di tengah udara yang tercemar asap. Ketika harus keluar, penggunaan perlindungan pernapasan yang sesuai menjadi salah satu upaya tambahan.

Kita juga perlu memahami bahwa masker bukan berarti membuat seseorang sepenuhnya aman dari asap karhutla. Kemampuannya tetap memiliki batas. Karena asap mengandung berbagai komponen, mengurangi sumber paparan dan memperhatikan kondisi udara tetap menjadi bagian penting dari perlindungan.

Jadi, ketika kabut asap mulai pekat, jangan hanya bertanya, “Masker apa yang paling bagus?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah, “Apa yang sedang ingin kita lindungi dan bagaimana cara memastikan perlindungan itu bekerja dengan benar?”

Masker memang menjadi salah satu perlengkapan penting ketika udara tercemar asap. Namun, perlindungan yang baik bukan hanya soal apa yang dipakai di wajah. Cara memakai, kondisi masker, dan keputusan untuk mengurangi paparan sama-sama menentukan seberapa baik kita menghadapi udara yang sedang tidak sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....