Rendah Diri Bukan Berarti Rendah Hati
- 10 Jul 2026 05:42 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Rendah diri dan rendah hati sering dianggap memiliki makna yang sama. Padahal, keduanya berbeda secara psikologis dan memberikan dampak yang bertolak belakang.
Rendah hati merupakan sikap menerima kelebihan serta kekurangan diri secara seimbang. Sementara itu, rendah diri membuat seseorang merasa tidak cukup baik meski memiliki kemampuan.
Dalam psikologi, salah satu bentuk rendah diri dikenal sebagai Imposter Syndrome. Istilah ini menggambarkan pola pikir ketika seseorang meragukan kemampuan dan keberhasilannya sendiri.
Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes pada 1978. Penelitian mereka menunjukkan banyak orang berprestasi menganggap keberhasilannya hanya karena keberuntungan.
Seseorang yang mengalami Imposter Syndrome biasanya sulit menerima pujian dan sering membandingkan diri dengan orang lain. Mereka juga takut melakukan kesalahan karena khawatir dianggap tidak kompeten atau "ketahuan" tidak sepandai yang diperkirakan.
Sebaliknya, orang yang rendah hati tetap mampu mengakui kemampuan tanpa merasa lebih hebat daripada orang lain. Ia memahami bahwa keberhasilan merupakan hasil usaha, proses belajar, serta dukungan dari lingkungan.
Hal ini seperti yang dibahas pada acara Jaga Malam Pro 2 RRI.Sibolga, Kamis, 9 Juli 2026. Imposter Syndrome bukan gangguan mental, melainkan pola pikir yang dapat memicu kecemasan dan kelelahan emosional.
Cara mengatasinya dapat dimulai dengan mengenali pencapaian berdasarkan fakta, bukan sekadar perasaan. Membatasi kebiasaan membandingkan diri dan belajar menerima pujian juga membantu membangun kepercayaan diri yang lebih sehat.
Seseorang juga dianjurkan mengubah dialog negatif menjadi kalimat yang lebih realistis dan menghargai proses belajar. Apabila kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog menjadi langkah yang tepat.
Salah seorang pendengar Pro 2, Annisa, mengatakan, "Saya baru sadar kalau rendah hati berarti menerima kemampuan diri dengan wajar, sedangkan rendah diri justru membuat kita menolak kemampuan itu sendiri." Ia mengaku kini lebih berani menghargai setiap pencapaian yang diraih.
Annisa juga berpendapat banyak anak muda masih keliru membedakan rendah hati dengan rendah diri. Menurutnya, memahami perbedaan keduanya dapat membantu seseorang lebih percaya diri tanpa kehilangan sikap rendah hati.
Memahami perbedaan rendah diri dan rendah hati menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Dengan mengenali kemampuan secara objektif, seseorang dapat terus berkembang tanpa kehilangan kerendahan hati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....