UEFA, CONCACAF, dan AFC Kritik Kepemimpinan Infantino

  • 11 Agt 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengkritik kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
  • Ketiga konfederasi menegaskan bahwa sepak bola dunia harus dikelola berdasarkan kepentingan kolektif, bukan kepentingan individu.

RRI.CO.ID, Jakarta - UEFA, CONCACAF, dan AFC secara terbuka mengkritik kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Ketiga konfederasi menilai pengelolaan sepak bola dunia harus mengutamakan kepentingan kolektif daripada kepentingan individu.

Kritik tersebut disampaikan melalui surat bersama setelah FIFA merencanakan penjualan sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia. Demikian kritik bersama yang disampaikan, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Rencana penjualan itu ditujukan kepada investor swasta dan kemudian memicu penolakan sejumlah pihak dalam keluarga sepak bola dunia. FIFA kemudian membatalkan rencana tersebut setelah muncul penolakan dari sejumlah pihak dalam keluarga sepak bola dunia.

Keputusan pembatalan itu terjadi setelah perbedaan pandangan muncul di antara anggota organisasi FIFA terkait proyek tersebut. Dalam surat bersama, ketiga konfederasi menilai proses pengambilan keputusan terkait rencana tersebut telah menimbulkan persoalan kepercayaan.

UEFA, CONCACAF, dan AFC meminta peninjauan independen secara menyeluruh terhadap proses yang melatarbelakangi keputusan tersebut. UEFA, CONCACAF, dan AFC menyampaikan pernyataan bersama untuk menegaskan prinsip pengelolaan sepak bola dunia secara kolektif.

“Sepak bola bukan milik satu individu pun,” kata ketiga konfederasi tersebut, seperti dikutip France 24, Selasa, 11 Agustus 2026.

Sebelumnya, FIFA menyatakan rencana tersebut tidak akan dilanjutkan setelah muncul perbedaan pandangan di antara anggota organisasi. FIFA menyampaikan keputusan tersebut setelah proyek itu menimbulkan perbedaan pandangan di antara anggota organisasi.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan keputusan tersebut diambil karena proyek itu telah menimbulkan perpecahan dalam organisasi. Perpecahan tersebut dinilai tidak sejalan dengan tujuan FIFA untuk menyatukan sepak bola dunia.

Perselisihan tersebut menambah tekanan terhadap kepemimpinan Infantino terkait tata kelola sepak bola dunia secara global. Perbedaan pandangan itu terjadi antara FIFA dan sejumlah konfederasi setelah kontroversi rencana hak komersial Piala Dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....